PALEMBANG — Lonjakan permintaan bahan pangan jelang hari raya kerap memicu kekhawatiran warga akan kelangkaan. Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat memberikan jaminan ketersediaan pasokan.
Henny Yulianti, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, secara khusus mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan. Menurutnya, aksi borong massal justru berpotensi memicu gejolak harga di tingkat pasar tradisional maupun ritel modern.
Dinas Perdagangan Sumsel telah melakukan pemantauan ke sejumlah sentra distribusi pangan di Palembang dan sekitarnya. Hasilnya, stok untuk tujuh komoditas utama, termasuk beras, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan cabai rawit, dalam kondisi aman.
“Kami menghimbau masyarakat tidak perlu panic buying, bahan pangan tersedia cukup,” ujar Henny di Palembang, Senin.
Meskipun pasokan dijamin aman, Pemprov Sumsel tetap mewaspadai dua faktor utama yang bisa mengganggu stabilitas harga: cuaca ekstrem dan kelancaran distribusi. Henny menjelaskan, gagal panen akibat cuaca buruk biasanya berdampak langsung pada pasokan dan harga di pasaran.
Namun, hingga saat ini, laporan dari lapangan menunjukkan tidak ada gangguan signifikan. “Tidak ada gagal panen dan jalur distribusi juga lancar, jadi tidak perlu dikhawatirkan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sumsel mengakui bahwa kenaikan harga menjelang hari raya tetap berpotensi terjadi. Namun, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan merupakan siklus tahunan yang bisa diprediksi.
Henny Yulianti mengingatkan, perilaku panic buying justru menjadi pemicu utama kepanikan di pasar. Ia meminta warga untuk percaya pada sistem distribusi dan pasokan yang telah berjalan baik selama ini.
Pemprov Sumsel berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga dan pasokan setiap hari. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga, pihaknya tidak segan untuk menindak tegas pelaku usaha nakal.