Pelabuhan Tanjung Carat di Sumsel Dirancang Jadi Pelabuhan Laut Dalam Modern, Target Tekan Biaya Logistik Ekspor

Penulis: Syaiful Bahri  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 11:50:05 WIB
Pelabuhan Tanjung Carat dirancang sebagai pelabuhan laut dalam modern di Sumatera Selatan.

PALEMBANG — Rencana pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat mulai menemukan bentuk. Pelindo menargetkan pelabuhan ini tak sekadar menjadi tempat sandar kapal, melainkan pusat logistik modern yang beroperasi 24 jam penuh.

Mengapa Pelabuhan Laut Dalam Dibutuhkan Sumsel?

Manager Komersial Pelindo Regional II Palembang Irtanto Armawan mengungkapkan bahwa selama ini arus ekspor dan impor Sumatera masih bergantung pada pelabuhan besar seperti Belawan dan Tanjung Priok. Sebagian pelabuhan daerah hanya berfungsi sebagai feeder port atau pelabuhan pengumpul.

“Beberapa pelabuhan di Sumatera selama ini lebih memilih distribusi melalui pelabuhan besar karena biaya dan jaringan kapal lebih stabil,” jelasnya di Palembang, Selasa.

Kapal Besar Bisa Sandar Langsung

Dengan kapasitas sebagai pelabuhan laut dalam, Tanjung Carat nantinya mampu melayani kapal-kapal kargo berukuran besar. Hal ini diyakini akan mengubah pola distribusi yang selama ini berbiaya tinggi.

“Pelabuhan Tanjung Carat dirancang sebagai pelabuhan laut dalam berkapasitas besar yang mampu melayani kapal-kapal berukuran besar, sehingga meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing ekspor daerah,” ujar Irtanto.

Skema Pendanaan Tanpa APBN

Pembangunan pelabuhan ini menggunakan skema investasi kerja sama pemanfaatan barang milik negara (KSP BMN). Artinya, proyek ini tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Konsorsium pengembang terdiri dari PT Pelindo (Persero), PT Samudera Pasai Indonesia, dan PT Sumatera Selatan Energy Gemilang (SSEG). Ke depan, konsorsium itu akan membentuk Special Purpose Vehicle (SPV) atau Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai entitas pengelola operasional.

Komoditas Unggulan Jadi Target Utama

Secara strategis, Pelabuhan Tanjung Carat diproyeksikan menjadi terminal utama berbagai komoditas unggulan Sumatera Selatan. Mulai dari batu bara, crude palm oil (CPO), karet, hingga kopi.

Pelabuhan ini juga dirancang beroperasi selama 24 jam penuh. Langkah ini diambil guna menekan biaya logistik regional sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri baru di sepanjang koridor logistik.

Dampak Ekonomi: Lapangan Kerja Baru?

Irtanto optimistis kehadiran pelabuhan laut dalam itu akan mendorong transformasi ekonomi Sumatera Selatan. Daerah yang selama ini dikenal sebagai penghasil komoditas mentah bisa berubah menjadi pusat logistik dan industri strategis di Sumatera.

“Dampaknya diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan industri, lapangan kerja baru, peningkatan ekspor, serta efisiensi distribusi barang,” ujar dia.

Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Mulai Beroperasi?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian waktu operasional. Proyek ini masih dalam tahap perancangan dan pengembangan konsorsium. Namun, skema investasi global sudah mulai dibuka untuk pengembangan fasilitas penunjang pelabuhan.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top