Googlebooks Murah Segera Hadir, Masa Depan Chromebook Mulai Dipertanyakan

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 01:11:01 WIB
John Maletis dari Google mengumumkan rencana menghadirkan Googlebooks versi murah.

SUMATERA SELATAN — Pernyataan itu disampaikan langsung oleh John Maletis, VP dan GM ChromeOS Google, dalam wawancara dengan Chrome Unboxed. "Kami selalu berkomitmen untuk menghadirkan teknologi yang bisa diakses siapa pun, terlepas dari harganya. Jadi seiring waktu, kami akan turun ke segmen yang lebih rendah," ujar Maletis. "Tapi perangkat pertama ini benar-benar premium."

Dua Jalur yang Mulai Menyempit

Saat Googlebooks pertama kali diumumkan awal bulan ini, posisinya jelas: laptop premium berbasis Android dengan kecerdasan buatan Gemini. Langsung bersaing dengan MacBook dan laptop Windows kelas atas. Pertanyaan besarnya kemudian: nasib Chromebook di mana?

Chromebook selama ini menjadi andalan Google di segmen pendidikan dan pengguna kasual. Harganya murah, mudah dikelola, dan cukup untuk tugas-tugas dasar. Tapi jika Googlebooks akhirnya turun ke rentang harga yang sama, perbedaan antara kedua lini produk ini akan semakin kabur.

Bahkan, Googlebooks menawarkan keunggulan tambahan: aplikasi Android native, fitur AI Gemini, dan pengalaman laptop yang lebih modern. Dalam jangka panjang, Googlebooks bisa menjadi satu-satunya lini laptop yang diperlukan Google.

Chromebook Belum Mati, Tapi Nasibnya Dipertanyakan

Google memang belum meninggalkan Chromebook begitu saja. Perusahaan mengonfirmasi bahwa perangkat Chromebook baru masih akan dirilis hingga tahun depan, dan perangkat yang sudah beredar tetap mendapat pembaruan perangkat lunak jangka panjang.

Google juga membuka jalur migrasi: beberapa Chromebook nantinya bisa beralih ke pengalaman Googlebooks. Artinya, pengguna lama tidak serta-merta ditinggalkan.

Tapi sinyalnya sudah jelas. Pernyataan Maletis, dikombinasikan dengan rencana migrasi dan pengembangan model murah, membuat Googlebooks terdengar seperti strategi jangka panjang Google untuk laptop — yang suatu hari bisa sepenuhnya menggantikan Chromebook.

Yang Berubah untuk Pengguna Indonesia

Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini punya dampak langsung. Chromebook selama ini menjadi pilihan populer di kalangan pelajar dan institusi pendidikan karena harganya yang terjangkau, mulai dari Rp 3 jutaan. Jika Googlebooks versi murah benar-benar hadir, konsumen bisa mendapatkan perangkat yang lebih mumpuni dengan harga yang sama.

Googlebooks versi awal memang diposisikan sebagai laptop premium. Dengan prosesor bertenaga dan integrasi AI, harganya diprediksi berada di kisaran $999 (sekitar Rp 16 juta) ke atas. Tapi jika model murah menyusul, bukan tidak mungkin Googlebooks akan merambah segmen yang selama ini menjadi pangsa pasar Chromebook.

Ini juga menjadi pertanda bahwa Google mulai serius mengkonsolidasikan ekosistem perangkat kerasnya. Daripada mempertahankan dua lini laptop dengan sistem operasi berbeda — ChromeOS dan Android — Google tampaknya memilih satu jalur: Android dengan lapisan AI yang kental.

Keputusan ini, jika terealisasi, akan mengubah cara Google bersaing di pasar laptop global. Dan untuk pertama kalinya, pengguna laptop murah mungkin tidak lagi harus memilih antara harga terjangkau atau fitur modern.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: androidauthority.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top