SUMATERA SELATAN — Mulai 1 Juni 2026, pemilik kendaraan diesel bisa bernapas lega. Pertamina Patra Niaga memangkas harga Dexlite dari Rp 26.000 per liter menjadi Rp 23.000 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex turun lebih dalam, dari Rp 27.900 per liter menjadi Rp 24.800 per liter. Penurunan ini setara dengan potongan Rp 3.000 hingga Rp 3.100 per liternya.
Namun, kabar berbeda datang untuk pengguna Pertamax Turbo. BBM dengan oktan 98 ini justru mengalami kenaikan harga dari Rp 19.900 per liter menjadi Rp 20.750 per liter. Kenaikannya tergolong tipis, hanya Rp 850 per liter. Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 tetap stabil di angka Rp 12.300 per liter dan Rp 12.900 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini adalah bagian dari mekanisme berkala. "Penurunan harga Pertamina Dex, Dexlite, serta penyesuaian harga Pertamax Turbo dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika harga energi global serta parameter yang ditetapkan pemerintah melalui formula harga yang berlaku," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).
Penurunan harga solar nonsubsidi ini dinilai strategis. Roberth berharap harga diesel yang lebih kompetitif bisa memberikan manfaat luas bagi stabilitas ekonomi nasional. Pasalnya, sektor logistik dan transportasi sangat bergantung pada bahan bakar diesel. Biaya operasional yang lebih murah berpotensi menekan harga barang di pasaran.
Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM di seluruh SPBU tetap aman. Masyarakat bisa mengecek harga terbaru melalui aplikasi MyPertamina atau menghubungi contact center 135. "Kami akan terus memastikan ketersediaan energi tetap tersedia, andal, dan mudah diakses masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," pungkas Roberth.
Berikut rincian harga terbaru di SPBU Pertamina:
Kebijakan ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk terus menyesuaikan harga dengan kondisi pasar, tanpa mengorbankan kualitas dan ketersediaan pasokan untuk masyarakat.