IHSG Balik Arah ke Zona Merah Usai Sentuh 6.207, 7 Sektor Melemah

Penulis: Khairul Anwar  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 10:46:39 WIB
IHSG turun 0,91 persen ke 6.140 setelah sempat mencapai 6.207 di awal sesi perdagangan.

SUMATERA SELATAN — Data perdagangan awal menunjukkan tekanan jual mendominasi di pasar saham domestik. Sebanyak 380 saham tercatat melemah, sementara 198 saham menguat dan 381 saham stagnan. Volume transaksi baru mencapai 3,09 miliar saham dengan nilai Rp2,1 triliun.

Mayoritas Indeks Sektoral dan Utama Tertekan

Pelemahan IHSG diikuti oleh hampir seluruh indeks utama. Indeks LQ45 turun 0,28 persen ke 617, IDX30 melemah 0,21 persen ke 348, dan JII terkoreksi 0,26 persen ke 376. Indeks MNC36 juga tercatat turun 0,17 persen ke 269.

Dari 11 indeks sektoral, hanya empat sektor yang masih bertahan di zona hijau: energi, properti, industri, dan kesehatan. Sisanya, tujuh sektor lainnya kompak melemah, meliputi konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, konsumer non-siklikal, keuangan, dan transportasi.

Tiga Saham Pendorong Kenaikan di Tengah Tekanan

Meski mayoritas saham tertekan, beberapa emiten mencatatkan penguatan signifikan dan masuk jajaran top gainers. PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) memimpin kenaikan, diikuti oleh PT Arthavest Tbk (ARTA) dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE).

Ketiga saham ini menjadi penopang tipisnya indeks di awal sesi sebelum akhirnya koreksi meluas. Pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor keuangan dan teknologi menjadi penentu utama arah IHSG selanjutnya.

Fakta Singkat Pergerakan IHSG 2 Juni 2026

  • Level tertinggi sesi awal: 6.207 (pembukaan)
  • Level terkini: 6.140 (melemah 0,91 persen)
  • Rasio saham: 198 menguat, 380 melemah, 381 stagnan
  • Nilai transaksi awal: Rp2,1 triliun (volume 3,09 miliar saham)

Investor masih mencermati sentimen eksternal dan domestik yang mempengaruhi pergerakan indeks. Tekanan jual di sektor keuangan dan teknologi menjadi indikasi utama sikap wait-and-see pelaku pasar pada sesi perdagangan hari ini. Investasi mengandung risiko.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top