PALEMBANG — Puluhan calon taruna harus melewati pemeriksaan laboratorium darah, urine, hingga rontgen dalam seleksi kali ini. Pemeriksaan dipimpin langsung Plt. Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumsel AKBP dr. Andrianto, Sp.OG., bersama tim dari Bidang Dokkes.
“Kami melaksanakan proses ini secara profesional, objektif, dan transparan sehingga hasil yang diperoleh benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” ujar AKBP dr. Andrianto dalam keterangannya, Jumat.
Untuk menjaga transparansi, panitia menerapkan sistem pengkodean peserta secara acak. Identitas asli peserta tidak tampak oleh tim pemeriksa selama proses berlangsung.
Prinsip BETAH—Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis—menjadi pegangan utama. Pengawasan berlapis melibatkan unsur internal Polri serta pengawas eksternal dari masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa rekrutmen Polri merupakan pintu awal membangun institusi yang profesional.
“Polda Sumatera Selatan berkomitmen menjaga seluruh tahapan penerimaan anggota Polri agar berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” kata Kombes Pol Nandang.
Ia menambahkan, proses seleksi yang objektif diharapkan melahirkan calon perwira terbaik yang mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Polda Sumsel memastikan tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun intervensi pihak manapun.
Tahapan ini merupakan bagian dari program transformasi Polri Presisi yang menempatkan pembangunan SDM sebagai fondasi utama organisasi. Peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya sesuai ketentuan Mabes Polri.
Secara nasional, proses rekrutmen yang bersih ini sejalan dengan agenda pembangunan SDM Unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Polda Sumsel berkomitmen menyiapkan generasi Bhayangkara yang siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.