PALEMBANG — Angka 99.466 ton setara beras yang terserap dari petani di Sumsel dan Babel itu setara dengan 75 persen target pengadaan nasional Bulog yang mencapai 4 juta ton pada 2026. Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Ihsan, menyebut capaian tersebut merupakan hasil sinergi petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, hingga pengusaha penggilingan padi.
“Realisasi serapan sebesar 99.466 ton setara beras menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, dan mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” kata Ihsan di Palembang, Kamis.
Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram disebut menjadi faktor utama yang memberikan kepastian pasar bagi petani. Tanpa jaminan harga ini, fluktuasi harga gabah saat panen raya kerap merugikan petani karena tengkulak bisa menekan harga serendah mungkin.
Bulog mencatat bahwa keberhasilan serapan di Sumsel Babel juga tidak lepas dari peran aktif penyuluh pertanian yang mendampingi petani sejak masa tanam hingga panen. Data menunjukkan bahwa musim panen masih berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi di dua provinsi tersebut.
Secara nasional, realisasi serapan gabah dan beras petani yang dilakukan Bulog hingga 3 Juni 2026 telah mencapai 3.008.626 ton setara beras. Angka ini setara dengan 75 persen dari target pengadaan nasional tahun ini yang sebesar 4 juta ton.
Akumulasi serapan itu mendorong stok beras yang dikelola Bulog secara nasional melampaui 5 juta ton. Ihsan menyebutkan, stok sebesar itu mampu mendukung berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, penyaluran bantuan pangan, hingga antisipasi bencana dan gejolak pasar.
Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun. Ihsan menegaskan bahwa musim panen masih berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi, sehingga potensi serapan masih terbuka lebar.
“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujar Ihsan.