PALEMBANG — Dua pimpinan institusi penegak hukum di Sumatera Selatan itu sepakat mengedepankan semangat "Nyago Bumi Sriwijaya" sebagai fondasi kerja sama. Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menyebut hubungan harmonis antara polisi dan jaksa menjadi modal penting untuk mendukung iklim pembangunan yang kondusif di daerah.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Ketut Sumedana menegaskan pihaknya siap memperkuat koordinasi pada setiap tahapan penegakan hukum. Menurutnya, hubungan yang harmonis antarlembaga akan mempercepat penyelesaian perkara sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.
"Sinergi tersebut juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem peradilan pidana terpadu sehingga penegakan hukum dapat berjalan lebih efektif dan meningkatkan kepercayaan publik," ujar Ketut.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menekankan bahwa pertemuan ini menunjukkan soliditas aparat penegak hukum tanpa mengedepankan ego sektoral. Ia menambahkan, sinergi yang terbangun bukan sekadar untuk memperkuat koordinasi kelembagaan, tetapi juga untuk menghadirkan rasa aman dan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi berkomitmen menjadikan komunikasi dan kolaborasi sebagai fondasi utama dalam mengawal pembangunan daerah. Kapolda Sandi Nugroho menegaskan, tujuan utama dari penguatan sinergi ini adalah memantapkan situasi kamtibmas yang kondusif di Sumatera Selatan.
Dengan penguatan koordinasi ini, masyarakat diharapkan merasakan dampak positif dalam setiap proses penegakan hukum. Mulai dari penanganan laporan, proses penyidikan, hingga penuntutan perkara di pengadilan, diharapkan berjalan lebih cepat dan akuntabel.
Kolaborasi antara Polda Sumsel dan Kejati Sumsel ini juga menjadi sinyal positif bagi iklim investasi dan pembangunan di daerah. Stabilitas keamanan yang terjaga dan kepastian hukum yang kuat menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Bumi Sriwijaya.