BANYUASIN — Ratusan pasang mata tertuju pada layar lebar yang dipasang di tengah lapangan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa. Mereka adalah kader dan simpatisan PKS Banyuasin yang sengaja berkumpul untuk menyaksikan laga puncak Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina.
Ketua DPD PKS Banyuasin, H. Samsul Rizal, SP, menyebut nobar bukan sekadar menonton pertandingan. Menurutnya, momen ini sengaja dirancang untuk memperkuat soliditas internal sekaligus membuka ruang kebersamaan dengan masyarakat luas.
"Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan. Melalui kegiatan nonton bareng ini, kami ingin mempererat silaturahmi keluarga besar PKS Banyuasin sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan yang positif, penuh keakraban, dan semangat persaudaraan," ujar Samsul Rizal dalam sambutannya.
Laga final yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat itu memang menyedot perhatian global. Namun bagi panitia, yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini berjalan tertib dan penuh kegembiraan.
Sekretaris DPD PKS Banyuasin, Yuliadi, SP, mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, siapa pun pemenangnya. Ia menekankan bahwa nobar ini adalah momentum untuk saling mengenal dan memperkuat persaudaraan.
"Siapa pun tim yang didukung, mari kita nikmati pertandingan dengan penuh kegembiraan, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjaga ketertiban. Nobar ini merupakan momentum untuk mempererat persaudaraan, saling mengenal, dan memperkuat kebersamaan dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan," ungkap Yuliadi.
DPD PKS Banyuasin berharap semangat yang terbangun selama nobar tidak berhenti begitu pertandingan usai. Mereka menargetkan kegiatan serupa bisa menjadi cikal bakal aksi sosial dan pelayanan masyarakat yang lebih konkret di Banyuasin.
Acara ditutup dengan doa bersama dan diskusi santai antar kader. Beberapa warga sekitar yang ikut hadir mengaku senang karena ada ruang publik yang bisa dinikmati tanpa biaya. "Saya warga sini saja, diajak tetangga. Lumayan, bisa nonton bola gratis sambil ngopi," ujar Rudi, salah seorang warga Sukomoro yang kebetulan melintas.