Kebakaran Hutan dan Lahan di Ogan Ilir Hanguskan 15 Hektare dalam Sehari, Api Sempat Dekati Permukiman Warga

Penulis: Syaiful Bahri  •  Senin, 27 Juli 2026 | 21:44:31 WIB
Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas 15 hektare di Ogan Ilir dalam sehari.

OGAN ILIR — Dua titik api terdeteksi di Kecamatan Indralaya Utara dan Pemulutan pada hari yang sama, memicu operasi pemadaman besar-besaran oleh tim gabungan. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, menyebut keselamatan warga menjadi prioritas utama karena salah satu lokasi kebakaran sangat dekat dengan rumah-rumah penduduk.

Kebakaran Terbesar di Indralaya Utara, Lahan Gambut Terbakar

Lokasi terparah berada di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara. Api melalap sekitar 10 hektare lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar, akasia, dan gelam. Asap pertama kali terlihat oleh petugas Manggala Agni dari pondok kerja setempat sebelum tim bergerak melakukan pemadaman.

"Kebakaran terjadi di dekat permukiman warga sehingga tim lebih dulu fokus mengamankan rumah-rumah agar api tidak menjalar," ujar Ferdian Krisnanto, Senin (27/7/2026).

Operasi pemadaman berlangsung hampir empat jam. Personel Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, BPBD Sumsel, serta dua unit helikopter water bombing dikerahkan. Sekitar tiga hektare area yang menjadi pusat kobaran api berhasil dipadamkan melalui operasi darat dan udara.

Api Juga Melanda Pemulutan, Lahan Mineral Ikut Terbakar

Di hari yang sama, kebakaran terjadi di Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan. Sekitar lima hektare lahan mineral yang dipenuhi semak, purun, dan gelam ikut terbakar setelah informasi awal diterima dari petugas Tol Kapal Betung.

"Tim gabungan langsung melakukan pemadaman hingga malam hari dan berhasil mengendalikan kobaran api dengan luas area pemadaman sekitar dua hektare," kata Ferdian.

Lahan Milik Warga dan Area Penggunaan Lain yang Terbakar

Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin, kedua lokasi kebakaran berada di Area Penggunaan Lain (APL). Untuk lokasi di Desa Sungai Rambutan, lahan yang terbakar diketahui merupakan milik masyarakat.

Meski cuaca didominasi langit cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin mencapai 5–9 kilometer per jam yang berpotensi mempercepat penyebaran api, seluruh titik kebakaran berhasil dipadamkan pada hari yang sama. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dari permukiman warga.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: relung.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top