PALEMBANG — Kebakaran hutan dan lahan di Ogan Ilir dipadamkan oleh Manggala Agni dan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, serta dua unit helikopter water bombing. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto di Palembang, Senin, mengatakan titik api muncul di Kecamatan Indralaya Utara dan Kecamatan Pemulutan.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara. Api membakar sekitar 10 hektare lahan bergambut yang ditumbuhi semak belukar, akasia, dan gelam.
Petugas piket Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin melihat kepulan asap dari pondok kerja. Tim langsung bergerak ke lokasi dan memulai operasi pemadaman pukul 14.19 WIB hingga 18.07 WIB. Luas area yang berhasil dipadamkan sekitar tiga hektare.
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan. Sekitar lima hektare lahan mineral yang ditumbuhi semak belukar, purun, dan gelam terbakar. Informasi kebakaran diterima dari petugas Tol Kapal Betung.
"Kebakaran terjadi di dekat permukiman warga sehingga tim sempat fokus untuk mengamankan rumah warga terlebih dahulu," kata Ferdian Krisnanto. Tim melakukan pemadaman darat sejak pukul 18.34 WIB hingga 21.40 WIB dan berhasil mengendalikan api pada area seluas sekitar dua hektare.
Operasi pemadaman di dua lokasi melibatkan dua regu Manggala Agni yang didukung personel TNI, Polri, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, dan BPBD Provinsi Sumatera Selatan. Dua unit helikopter water bombing juga dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses dari darat.
Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin, kedua kejadian karhutla tersebut berada di Area Penggunaan Lain (APL). Lokasi kebakaran di Desa Sungai Rambutan diketahui merupakan lahan milik masyarakat.
Meski kondisi cuaca didominasi cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin berkisar 5-9 kilometer per jam, operasi pemadaman berjalan efektif. "Saat ini kondisi kebakaran sudah padam dan seluruh area yang terbakar telah berhasil dikendalikan," ujar Ferdian Krisnanto. Seluruh titik api tidak lagi mengancam permukiman warga.