PALEMBANG — Sebanyak 159 personel Kepolisian Daerah Sumatera Selatan resmi mengikuti Training of Trainer (ToT) "Paham AI" Triwulan III Tahun Anggaran 2026. Mereka berasal dari jajaran Polda Sumsel dan Polres, mulai dari Wakapolres, Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasihumas, hingga personel Ditreskrimsus dan Bidhumas.
Program yang digagas Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho ini bertujuan mencetak para edukator digital yang akan diterjunkan ke sekolah-sekolah. Materi yang diajarkan bukan sekadar teknis, melainkan bagaimana memanfaatkan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi.
Kapolda Sumsel menegaskan bahwa kemajuan AI ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan, namun di sisi lain memunculkan modus kejahatan baru seperti penyebaran hoaks, penipuan digital, deepfake, voice cloning, hingga perjudian daring yang mengincar pelajar.
"Penegakan hukum memang penting, tetapi mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber adalah tugas mulia yang jauh lebih utama," tegas Irjen Pol Sandi Nugroho saat membuka acara.
Ia pun menekankan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendirian layaknya tokoh super. "Kita tidak bisa bekerja layaknya seorang Superman, tetapi harus membentuk sebuah super team. Para peserta harus mampu membawa wajah Polri yang humanis, cerdas, dan dekat dengan masyarakat," ujarnya.
Dalam pelatihan ini, para peserta tidak hanya dibekali teori. Mereka juga menjalani praktik penggunaan platform, simulasi penyampaian materi di depan kelas, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman.
Kapolda meminta setiap fungsi kepolisian bersinergi. Fungsi Reskrim akan memberikan pemahaman tentang aspek hukum siber, fungsi Lalu Lintas mengedukasi etika dan tanggung jawab digital, sementara fungsi Binmas dan Humas menjadi ujung tombak penyampaian materi kepada masyarakat.
Materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah narasumber, termasuk Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Nuril Yunus, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sumsel AKBP Dudi Novery, serta Kasubbid PID Bidhumas Polda Sumsel AKBP Suparlan.
Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah di seluruh Sumatera Selatan. Edukasi harus menjangkau seluruh pelajar agar mereka tidak mudah terjebak modus kejahatan digital.
"Peserta tidak hanya dituntut memahami teknologi AI, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan relevan. Edukasi ini penting agar generasi muda dapat memanfaatkan AI secara bijak, menjaga data pribadi, mengenali hoaks dan modus kejahatan digital, serta memahami bahwa setiap aktivitas di ruang siber memiliki aturan dan konsekuensi hukum," ujar Kombes Pol. Nandang.
Melalui Program Paham AI, Polda Sumsel menargetkan terbentuknya jejaring edukator digital hingga tingkat kewilayahan. Inisiatif ini diharapkan menjadi benteng literasi digital bagi pelajar sekaligus menekan angka kejahatan siber di provinsi tersebut.