Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Capai 180,8 dan BMKG Sarankan Anak TK-SD Belajar dari Rumah

Penulis: Khairul Anwar  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:21:32 WIB
Warga melintas dengan masker di tengah kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (26/8/2026).

PALEMBANG — Kualitas udara di Palembang masih berada di level tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Berdasarkan data Stasiun PM2.5 Musi 2 milik BMKG, konsentrasi partikulat halus sempat menyentuh 180,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00 WIB, jauh di atas ambang batas normal yang direkomendasikan.

Memasuki pagi ini, Rabu (26/8/2026), angkanya memang turun ke 81,6 mikrogram per meter kubik. Namun, angka tersebut masih masuk dalam kategori tidak sehat dan berisiko bagi kelompok sensitif, terutama anak-anak.

Rekomendasi Belajar dari Rumah untuk Anak TK dan SD

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak usia sekolah dasar.

"Kami menyarankan baiknya anak sekolah tingkat TK dan SD melakukan pembelajaran daring dari rumah, karena tingkat paparan PM2.5 pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat," jelasnya.

Menurutnya, konsentrasi PM2.5 berpotensi kembali meningkat pada malam hingga pagi hari. Kondisi atmosfer yang cenderung tenang membuat asap lebih mudah terakumulasi dan tidak tersebar ke lapisan atas.

Pemprov Sumsel Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Sumatera Selatan kembali menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membasahi lahan kering yang menjadi sumber titik api. Pelaksanaan teknisnya akan menyesuaikan perkembangan awan dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iqbal Alisyahbana, menyebut ada potensi pertumbuhan awan hujan pada 27-28 Agustus mendatang. Momen ini akan dimanfaatkan untuk menyemai garam di langit Sumsel.

"Informasi dari BMKG, tanggal 27 atau 28 Agustus ini ada potensi awan. Mudah-mudahan apa yang disampaikan BMKG ini memang tumbuh awan hujan dan bisa digunakan untuk penyemaian OMC," ungkap Iqbal.

Pesawat BNPB Siaga, Bisa Jadi Alat Kontrol Atmosfer

Pesawat bantuan BNPB yang ditempatkan di Sumsel tidak hanya disiapkan untuk menyemai garam. Jika potensi awan hujan tidak ditemukan, armada tersebut dialihfungsikan untuk memantau kondisi atmosfer.

"Ketika ada potensi awan, dia menjadi pesawat untuk OMC. Tapi ketika potensi awan hujan tidak ada, dia menjadi kontrol," jelasnya.

Warga diimbau memantau informasi kualitas udara secara berkala dan menggunakan masker saat keluar rumah. Kelompok lansia serta penderita gangguan pernapasan juga disarankan menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan hingga kualitas udara membaik.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top