PALEMBANG — Sejumlah nelayan dan pembudidaya ikan di Sumatera Selatan menerima bantuan sarana produksi dari Pemerintah Provinsi. Bantuan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Herman Deru itu berlangsung di halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, Rabu (26/8) pagi.
Herman Deru menyebut bantuan ini merupakan bentuk perhatian negara kepada pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan. Meski nilainya tidak mampu menutup seluruh kebutuhan, ia berharap bantuan itu bisa menambah semangat kerja masyarakat.
"Ini semata-mata sebagai perhatian bagaimana pemerintah provinsi, di tengah ketidakmewahan keuangan pada saat ini, masih tetap memberikan dorongan," ujarnya.
Adapun sarana yang dibagikan meliputi cool box, mesin pencetak pakan atau pellet, serta mesin kapal dan perahu untuk para nelayan. Dukungan ini dinilai penting agar aktivitas produksi berjalan lebih efektif dan berdampak terhadap perekonomian warga.
Gubernur menegaskan sektor perikanan bukan hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi penyedia kebutuhan protein masyarakat. Ia menyebut nelayan sebagai profesi mulia karena berperan ganda tersebut.
Herman Deru mengaitkan penguatan sektor ini dengan keberhasilan Sumsel menurunkan angka kemiskinan hingga satu digit. Berdasarkan data yang disampaikannya, angka kemiskinan Sumsel kini berada di posisi 9,50 persen.
"Apakah kita puas di zona nyaman? Pasti tidak. Inilah tugas kita, saya dan Bapak Ibu sekalian, apa pun urusan teknis yang diampu tentu harus punya dorongan terhadap percepatan penurunan kemiskinan dan naiknya kesejahteraan," katanya.
Ia juga menekankan sektor perikanan menjadi bagian dari kerja komprehensif Sumsel dalam menekan angka stunting. Capaian ini disebutnya merupakan hasil kerja bersama seluruh kabupaten dan kota, bukan satu sektor semata.
Atas berbagai upaya tersebut, Sumsel sebelumnya menerima penghargaan tertinggi bidang kelautan, perikanan, dan kelestarian alam dari Presiden Republik Indonesia. Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya diberikan khusus untuk pengembangan mangrove.
"Ini adalah hasil kerja komprehensif, tidak hanya satu bidang saja. Ini kerja kita semua, tidak hanya satu wilayah saja, tapi seluruh kabupaten/kota, termasuk pesisir pantai," tegas Herman Deru.
Gubernur menyebut Sumsel memiliki modal besar untuk terus mengembangkan perekonomian daerah. Selain sektor perikanan, provinsi ini juga memiliki sumber daya mineral, gas, batu bara, serta potensi perkebunan dan pertanian.
Karena itu, ia meminta seluruh program pembangunan dijalankan secara terpadu dan tidak sektoral. Pemerintah harus mampu merajut semua potensi kekuatan ekonomi agar manfaatnya terdistribusi langsung ke masyarakat.
Herman Deru juga mengingatkan pentingnya parameter data statistik dalam setiap pengambilan kebijakan. "Pemerintahan ini adalah pemerintahan yang merajut dari semua potensi, semua kekuatan ekonomi agar dapat didistribusikan kepada masyarakat dengan parameter data statistik, bukan parameter karangan yang muncul di layar-layar handphone," ujarnya.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat gotong royong dalam menjaga potensi daerah. Kontribusi terhadap pembangunan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga kebersihan dan mencegah kebakaran hutan.