Tim Penyuluh Mabes TNI Sosialisasikan Pencegahan Karhutla di Palembang Jelang Musim Kemarau 2026

Penulis: Syaiful Bahri  •  Rabu, 02 September 2026 | 14:40:01 WIB
Brigjen TNI Anjas Asmara memimpin sosialisasi pencegahan karhutla di Aula Makodim 0418/Palembang, Senin.

PALEMBANG — Tim Penyuluh Mabes TNI menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aula Makodim 0418/Palembang, Senin. Kegiatan yang dipimpin Brigjen TNI Anjas Asmara ini ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan wilayah Sumatera Selatan menghadapi potensi karhutla pada musim kemarau 2026.

PALEMBANG — Tim Penyuluh Mabes TNI menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aula Makodim 0418/Palembang, Senin. Kegiatan yang dipimpin Brigjen TNI Anjas Asmara ini ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan wilayah Sumatera Selatan menghadapi potensi karhutla pada musim kemarau 2026.

Forum tersebut merupakan bagian dari langkah preventif agar ancaman karhutla tidak berkembang menjadi bencana asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. Tim penyuluh membekali peserta dengan pemahaman soal pentingnya deteksi dini serta pengawasan sejak sebelum titik api muncul.

Aparat Kecamatan dan Kelurahan Garda Terdepan

Brigjen Anjas menekankan bahwa aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan memegang peran paling menentukan dalam pencegahan karhutla. Mereka berada langsung di tengah masyarakat dan memahami kondisi wilayah setempat, sehingga tahu titik-titik mana yang paling rawan serta kapan harus mulai waspada.

Tanpa keterlibatan aktif unsur ini di lapangan, sosialisasi dari tingkat pusat tidak akan banyak berarti. Karena itu, kegiatan penyuluhan ini juga menyasar aparat kewilayahan agar kesiapsiagaan berjalan serentak hingga ke level terbawah.

Koordinasi Lintas Sektor Digencarkan

Melalui forum ini, TNI berharap koordinasi antara Mabes TNI, Kodim 0418/Palembang, pemerintah daerah, dan instansi terkait semakin kuat. Karhutla tidak bisa ditangani sendiri-sendiri karena dampak asapnya kerap melintasi batas wilayah dan mengganggu banyak pihak.

Penyuluhan ini sekaligus menjadi momentum menyamakan persepsi dalam hal pembagian peran. Setiap unsur diharapkan tahu kapan harus melakukan edukasi, kapan melakukan pengawasan, serta bagaimana bertindak jika potensi kebakaran mulai terdeteksi.

Pencegahan Dini Lebih Utama daripada Pemadaman

Brigjen Anjas mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak seharusnya dimulai saat kobaran api sudah membesar. Komitmen yang ingin dibangun adalah menjadikan pencegahan, edukasi, pengawasan, dan kesiapsiagaan sebagai langkah pertama, bukan menunggu kebakaran terjadi lalu berfokus pada pemadaman.

Dia juga menekankan perlunya dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lahan dan lingkungan sekitar. Kesadaran warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta melaporkan titik api sejak dini, menjadi kunci yang tidak bisa digantikan oleh aparat mana pun.

Dengan sinergi yang terbangun, potensi karhutla di Sumatera Selatan diharapkan bisa diminimalkan pada musim kemarau tahun ini. Keamanan lingkungan dan keselamatan masyarakat pun tetap terjaga. (ANTARA)

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top