Menteri PU Dody Hanggodo Tegaskan Tim Balai Teknis Wajib Gerak Cepat, Cek untuk Sumatera Selatan

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 02 September 2026 | 17:03:32 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau kesiapan tim balai teknis untuk percepatan penanganan infrastruktur di Sumatera Selatan.

Jakarta — Bencana alam selalu jadi momen yang menguji ketahanan sebuah bangsa secara nyata. Terputusnya akses jalan, robohnya jembatan, atau terhentinya pasokan air bersih memunculkan pertanyaan mendasar bagi warga Sumatera Selatan: seberapa cepat negara bergerak menyelamatkan rakyatnya.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, kecepatan tanggap darurat infrastruktur adalah wujud konkret kehadiran negara bagi warga yang terdampak bencana, termasuk yang berada di Sumatera Selatan.

Menurut Dody, setiap detik sangat berharga ketika bencana melumpuhkan konektivitas. Kementerian PU telah menerapkan protokol tanggap cepat (quick response) yang mewajibkan tim balai teknis di daerah, termasuk yang bertugas di Sumatera Selatan, bergerak ke lokasi terdampak dalam hitungan jam setelah kejadian, tanpa harus menunggu komando panjang dari pusat.

Dody menuturkan rincian langkah lapangan yang diambil timnya begitu bencana terjadi, yang juga relevan bagi Sumatera Selatan: "Saat infrastruktur lumpuh, fokus utama kami adalah membuka isolasi wilayah. Tim bergerak cepat memasang jembatan bailey, mengerahkan alat berat untuk pembersihan material, serta memastikan akses logistik bantuan dan evakuasi warga dapat melintas," ujar Menteri PU Dody Hanggodo, Rabu (2/9/2026).

Di samping memulihkan akses darat, kebutuhan dasar para korban bencana juga jadi prioritas yang dikejar bersamaan. Sarana air bersih dan sanitasi darurat dikirim langsung ke titik pengungsian untuk mencegah munculnya krisis kesehatan susulan, tak terkecuali di Sumatera Selatan.

Dody menjelaskan bahwa pola kerja yang diterapkan kini mengintegrasikan tahap tanggap darurat, mitigasi risiko, hingga rekonstruksi pascabencana. Prinsip build back better diterapkan agar infrastruktur yang dibangun kembali, termasuk di Sumatera Selatan, memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap potensi bencana di masa depan.

Namun, Dody mengakui tantangan geografis Indonesia yang sangat luas dan dipenuhi area rawan bencana menuntut keterlibatan seluruh pihak. Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah termasuk Sumatera Selatan, TNI-Polri, hingga masyarakat lokal menjadi fondasi utama agar percepatan pemulihan bisa tercapai secara optimal.

Melalui komitmen respons cepat dan penanganan yang terukur, Kementerian PU terus berupaya memastikan jaringan konektivitas dan sarana vital dapat segera pulih. Kecepatan tindakan ini menjadi tolok ukur utama bahwa negara hadir secara sigap untuk memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak, termasuk di Sumatera Selatan.

Reporter: Redaksi
Back to top