SUMATERA SELATAN — Keputusan ini diambil di saat sentimen publik terhadap EV mewah sedang diuji. Kegagalan Tesla Cybertruck memenuhi ekspektasi pasar menjadi pembelajaran tersendiri bagi para pabrikan tradisional yang tengah merambah elektrifikasi.
Satu hal yang langsung mencolok dari langkah Land Rover adalah keberanian mereka mempertahankan harga tinggi di tengah tren perang diskon EV global.
Alih-alih sekadar mengejar angka jarak tempuh, pabrikan Inggris ini justru menonjolkan kemampuan lintas medan sebagai senjata utama. Range Rover Electric diklaim tetap mempertahankan DNA off-road legendarisnya meski bobot baterai bertambah signifikan.
Sistem manajemen traksi baru dikembangkan khusus untuk mengontrol torsi instant yang dihasilkan motor listrik di permukaan licin atau tanjakan ekstrem. Ini adalah pembeda utama yang tidak dimiliki para pesaingnya dari kalangan startup EV.
Sistem tersebut bekerja dengan mengurangi selip roda secara presisi, sebuah tantangan teknis yang sering diremehkan pabrikan yang baru terjun ke dunia EV.
Dari sisi teknologi, model ini berdiri di atas arsitektur 800 volt. Platform ini memungkinkan kecepatan pengisian daya yang kompetitif dengan standar mobil listrik modern.
Land Rover menyebutkan kemampuan pengisian dari 10 persen hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit menggunakan fast charging DC berkekuatan tinggi. Spek teknis ini menjadi jawaban atas keluhan utama konsumen soal infrastruktur.
Tenaga yang dihasilkan dipastikan setara dengan varian V8, menegaskan bahwa elektrifikasi tidak mengurangi performa binal yang selama ini menjadi ciri khas Range Rover.
Dengan harga US$ 138 ribu, Range Rover Electric diposisikan langsung bersaing dengan para pendatang baru seperti Lucid Gravity dan Mercedes-Benz EQS SUV. Namun risikonya jelas: pembeli di kelas ini biasanya menuntut kesempurnaan teknologi.
Kegagalan Tesla Cybertruck yang sempat menjadi buah bibir menunjukkan bahwa konsumen selebritas tidak cukup untuk menopang penjualan jangka panjang jika produknya bermasalah.
Satu keunggulan yang tidak bisa ditiru pesaing adalah nilai warisan merek yang sudah terbentuk selama puluhan tahun, plus jaringan dealer global yang mapan.
Proses produksi model ini sudah dimulai di pabrik Solihull, Inggris. Pengiriman pertama ke tangan konsumen dijadwalkan berlangsung pada awal tahun depan.
Antrian pemesanan di pasar Eropa dan Amerika Utara dilaporkan sudah mulai terisi, signal awal bahwa segmen ultra-mewah masih punya ruang bagi pendatang baru. Namun kesuksesan jangka panjangnya akan sangat bergantung pada pengalaman pengisian daya nyata yang dirasakan pemilik di lapangan.