BKSDA Sumsel Siagakan 7 Posko 24 Jam di SM Padang Sugihan, 2.300 Hektare Habitat Gajah Terbakar

Penulis: Ferdian Syah  •  Sabtu, 05 September 2026 | 14:02:32 WIB
Petugas gabungan memadamkan api di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sumatera Selatan, yang membakar 2.300 hektare lahan.

Sebanyak 2.300 hektare kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan di Sumatera Selatan telah terbakar sejak awal Agustus 2026. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan pun memperketat penjagaan di area wildlife protection unit seluas 7.350 hektare yang menjadi habitat gajah sumatera.

PALEMBANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda SM Padang Sugihan mengancam pusat konservasi gajah sumatera di kawasan tersebut. BKSDA Sumatera Selatan mencatat api sempat muncul kembali pada 29 Agustus di sekitar Posko Tambatan, setelah titik api sebelumnya berhasil dikendalikan.

Kepala Balai BKSDA Sumatera Selatan Daniwari Widiyanto menyebutkan, luasan yang terbakar mencapai 2.300 hektare dari total kawasan konservasi seluas sekitar 88.000 hektare. Meski demikian, ia memastikan penyebaran api masih bisa dikendalikan tim gabungan yang dikerahkan ke lapangan.

"Alhamdulillah dampaknya tidak terlalu besar. Memang belum bisa padam seluruhnya, tetapi setidaknya penyebarannya masih bisa kita kendalikan," ujarnya di Palembang, Jumat.

7 Posko Siaga dan Patroli 24 Jam di Sekitar Habitat Gajah

Untuk mengantisipasi api merambah ke area Pusat Konservasi Gajah Jalur 21, BKSDA Sumsel menerjunkan personel Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdal Karhutla) bersama masyarakat. Mereka disebar di tujuh posko yang beroperasi selama 24 jam penuh.

Posko-posko tersebut tidak hanya berfungsi memadamkan api, tetapi juga melakukan patroli rutin, penjagaan kawasan, hingga sosialisasi kepada warga sekitar. Langkah ini mempercepat respons tim ketika menemukan titik api baru di lapangan.

"Kita tentu berharap api ini tidak sampai masuk ke area gajah. Karena di sana ada 7.350 hektare yang merupakan wildlife protection unit," kata Daniwari.

Sekat Kanal Dibangun untuk Jaga Kelembaban Gambut

BKSDA Sumsel juga melakukan intervensi pengelolaan hidrologi di bagian selatan SM Padang Sugihan. Sebanyak 10 titik flat gate dan sekat kanal dibangun untuk menjaga ketersediaan air di lahan gambut.

Upaya ini dinilai penting karena gambut yang basah akan mengurangi potensi kebakaran meluas. Ketika musim kemarau tiba, area dengan kelembaban terjaga lebih kecil kemungkinannya terbakar dibanding lahan kering.

Penyebab Api Diduga dari Bara di Luar Kawasan Konservasi

Dugaan sementara, kebakaran di SM Padang Sugihan dipicu bara api yang terbawa angin dari kawasan di luar suaka margasatwa yang sebelumnya telah terbakar. Kondisi ini membuat api sulit diprediksi arah penyebarannya.

Penanganan karhutla dilakukan tim gabungan yang terdiri atas Brigdal Karhutla BKSDA Sumsel, Manggala Agni, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Sumatera, serta TNI. Satgas Darurat Bencana Asap Provinsi Sumsel turut mendukung dengan pengeboman air menggunakan helikopter setiap hari.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top