Tekanan jual asing masih menjadi sentimen dominan di pasar saham domestik. Data perdagangan Jumat (4/9) mencatat investor asing melakukan penjualan bersih (net sell) hingga Rp 317,01 miliar di pasar reguler. Saham DSSA, ASII, BBCA, ANTM, dan ISAT menjadi sasaran utama aksi jual tersebut.
Pelemahan indeks utamanya dipimpin sektor Transportasi & Logistik yang terkoreksi 1,09% dan Consumer Non-Cyclicals yang turun 1,07%. Kondisi ini diperparah aksi ambil untung investor menjelang akhir pekan serta sikap wait and see terhadap rilis data ekonomi penting, termasuk cadangan devisa dan Indeks Keyakinan Konsumen Agustus 2026.
Secara teknikal, IHSG masih berada di atas MA5 dan MA20. Namun, pola candle black spinning top mengindikasikan potensi pembalikan arah. Indikator Stochastic juga menunjukkan death cross di area overbought, yang kerap menjadi sinyal awal pelemahan.
Dari bursa global, mayoritas indeks utama Wall Street justru ditutup melemah. Laporan ketenagakerjaan AS yang kuat menjadi pemicunya—ekonomi AS menciptakan 162.000 lapangan kerja pada Agustus 2026, hampir tiga kali lipat dari konsensus pasar sebesar 56.000 pekerjaan. Data ini meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan pada rapat kebijakan moneter bulan ini.
Meski pasar dibayangi sentimen negatif, tim riset Reliance Sekuritas merekomendasikan empat saham yang dinilai memiliki potensi pergerakan menarik. Berikut saham pilihan tersebut:
"Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami pelemahan. Berikut saham pilihan hari ini: MEDC, BWPT, CUAN, dan CDIA," ujar tim riset Reliance Sekuritas dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).
Menariknya, pergerakan pasar Asia pagi ini justru menunjukkan penguatan signifikan. Indeks Nikkei 225 melesat 1,97%, sementara Indeks Kospi menguat tajam hingga 3,07%. Kondisi ini berpotensi memberikan sentimen positif terbatas bagi perdagangan domestik, namun belum cukup kuat untuk membalikkan proyeksi pelemahan IHSG.
Investor disarankan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan aliran dana asing sebagai indikasi arah pasar selanjutnya. Keputusan The Fed terkait suku bunga juga menjadi katalis utama yang akan menentukan pergerakan pasar ke depan.
Investasi mengandung risiko. Selalu lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.