Tim Pembina Samsat Sumatera Selatan menggelar program Samsat Menyapa di seluruh kabupaten/kota sejak September hingga Desember 2026. Kepala Bapenda Sumsel Achmad Rizwan menyebut program ini menyasar dua hal utama, yakni kepatuhan administrasi kendaraan dan keselamatan berlalu lintas.
PALEMBANG — Tim Pembina Samsat Provinsi Sumatera Selatan resmi menjalankan program Samsat Menyapa di 17 kabupaten/kota. Kegiatan bertema "Kami Hadir dan Siap Melayani" ini berlangsung selama empat bulan, terhitung sejak September hingga Desember 2026.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel Achmad Rizwan menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bukan sekadar mempercepat proses administrasi surat kendaraan. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk membangun kesadaran kolektif warga dalam berlalu lintas.
"Samsat Menyapa bukan sekadar kegiatan pelayanan tentang administrasi kendaraan bermotor, tetapi bagaimana kita hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, membangun kesadaran, serta mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan tertib administrasi dan keselamatan berkendara di jalan," katanya di Palembang, Rabu.
Rizwan menjelaskan, kepatuhan membayar pajak kendaraan dan perilaku aman di jalan adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya berkontribusi langsung pada terciptanya ketertiban berlalu lintas di Sumatera Selatan.
Melalui Samsat Menyapa, warga diingatkan untuk menyelesaikan kewajiban administrasi kendaraan bermotor. Selain itu, pengendara juga diedukasi agar mematuhi rambu lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, serta selalu menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman.
Pelaksanaan program ini melibatkan tiga institusi utama di bawah koordinasi Tim Pembina Samsat Provinsi Sumsel. Mereka adalah Bapenda Sumsel, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel, dan PT Jasa Raharja Sumsel, bersama jajaran Samsat di tingkat kabupaten/kota.
Sinergi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Polda Sumsel dan PT Jasa Raharja untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dan humanis. Petugas yang turun langsung ke tengah masyarakat diharapkan mampu mempermudah akses informasi sekaligus menjawab kebingungan warga terkait administrasi kendaraan.
Dengan cakupan wilayah yang luas, Samsat Menyapa menargetkan dampak jangka panjang berupa perubahan perilaku. Bukan hanya meningkatkan angka kepatuhan administrasi, tetapi juga menumbuhkan budaya tertib dan selamat dalam berkendara di seluruh Sumatera Selatan.