PALEMBANG — Tim Karhutla BKO Polres OKI Posko Cengal memimpin langsung kegiatan patroli tersebut melalui Danru Brigadir Hari Yusron. Sebanyak 8 personel dikerahkan mengawasi area PT Limau Katsuri, sementara 4 personel lainnya bertugas di PT Samora.
Personel menyusuri sejumlah desa yang dinilai rawan terbakar. Selain memantau potensi titik api (hotspot), tim mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Pemantauan dipusatkan di tiga lokasi: kawasan PT Limau Katsuri, PT Samora, dan wilayah sekitar Cengal. Dari hasil pantauan, tidak ditemukan kebakaran di ketiga titik tersebut.
Seluruh rangkaian patroli dan imbauan berjalan aman, lancar, dan terkendali. Tidak ada kegiatan pemadaman karena tidak ada titik api yang terdeteksi.
Selain patroli fisik, personel memberikan edukasi soal ketentuan hukum dan ancaman sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan. Warga diajak ikut menjaga lingkungan serta melaporkan bila menemukan tanda-tanda karhutla.
Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II, Kombes Pol. Ridwan, menegaskan jajarannya terus mengoptimalkan langkah pencegahan dan patroli rutin di lapangan.
"Operasi penanganan dan pencegahan karhutla melalui Satgas Aman Nusa II terus digencarkan secara terukur di berbagai wilayah. Kehadiran personel di lapangan bersama mitra perusahaan dan masyarakat sangat krusial untuk melakukan deteksi dini serta mitigasi sebelum potensi kebakaran meluas," tegasnya.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, menegaskan komitmen kepolisian melindungi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman karhutla.
"Kami memastikan seluruh rangkaian operasi penanggulangan berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Polda Sumatera Selatan mengimbau kepada seluruh masyarakat dan korporasi agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Segera laporkan kepada posko atau aparat terdekat jika menemukan tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani secara cepat dan terukur," pungkasnya.
Patroli menyasar desa-desa yang dinilai rawan terbakar di sekitar Cengal. Posko karhutla di kawasan itu menjadi titik pelaporan pertama bagi warga yang menemukan tanda-tanda kebakaran.