BMKG Prakirakan 10 Daerah di Sumsel Diguyur Hujan Sore Ini, Lahat hingga OKU Selatan Berpotensi Petir

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Jumat, 18 September 2026 | 08:16:32 WIB

PALEMBANG — Hujan diprakirakan turun mulai sore hingga malam hari di sejumlah kabupaten dan kota. Empat daerah—Lahat, Muara Enim, OKU, dan OKU Selatan—masuk kategori berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang.

Pagar Alam, Lahat, Muara Enim, dan OKU Selatan diprakirakan diguyur hujan pada siang hingga sore hari. Sementara Musi Rawas dan Musi Rawas Utara baru akan turun hujan pada malam hari.

Musi Banyuasin dan Lubuk Linggau masuk kategori wilayah dengan hujan pada dini hari. Tujuh wilayah lain—Banyuasin, Palembang, Prabumulih, Ogan Ilir, OKI, OKU Timur, dan PALI—diprakirakan berudara kabur sepanjang hari.

Suhu Tertinggi Capai 37 Derajat, Pagar Alam dan Muara Enim Paling Dingin

Kondisi cuaca di Sumsel hari ini relatif panas dengan suhu tertinggi mencapai 37 derajat celsius. Suhu terendah tercatat di Kabupaten Pagar Alam dan Muara Enim dengan 14 derajat celsius.

Untuk Kota Palembang, suhu udara diperkirakan berkisar 26-36 derajat celsius dengan kelembapan udara 42-87 persen. Kecepatan angin di wilayah Sumsel berkisar 14-27 kilometer per jam.

Hembusan angin paling kencang diprakirakan terjadi di Kabupaten OKI mencapai 24 kilometer per jam.

Warga Diminta Sesuaikan Aktivitas dengan Perubahan Cuaca

Masyarakat diimbau tetap menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca serta mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Imbauan ini terutama ditujukan bagi warga di wilayah yang berpotensi diguyur hujan petir dan angin kencang.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Lahat, Muara Enim, OKU, dan OKU Selatan. Keempat daerah tersebut masuk dalam kategori berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang berdasarkan rilis prakiraan BMKG.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: sumsel.akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top