Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mencatat empat penerbangan kedatangan mengalami keterlambatan pendaratan akibat kabut asap yang menurunkan jarak pandang pada Kamis pagi. Jarak pandang di area bandara sempat hanya mencapai 700 meter pada pukul 06.00–07.00 WIB, jauh di bawah standar minimal 800 meter. Pihak bandara menggeser waktu pendaratan 10–30 menit hingga kondisi kembali normal.
PALEMBANG — Airport Operation Center Head Bandara SMB II Palembang Parolan Simanjuntak menyatakan kabut asap menekan jarak pandang di kawasan bandara sejak pagi. Empat penerbangan yang seluruhnya merupakan kedatangan (arrival) terdampak penundaan mendarat.
Penundaan berkisar 10–30 menit, menunggu jarak pandang kembali memenuhi ambang batas keselamatan 800 meter. Mulai pukul 08.00 WIB, jarak pandang berangsur normal.
"Delay mendarat, untuk empat flight itu terkait dengan pendaratan semua," kata Parolan saat diwawancarai di Palembang, Kamis.
Jadwal keberangkatan dari Bandara SMB II Palembang tidak mengalami kendala. Sejak pukul 08.00 WIB, jarak pandang membaik sehingga aktivitas lepas landas berjalan sesuai jadwal.
"Untuk keberangkatan dari Bandara SMB II Palembang itu tidak mengalami kendala," jelas Parolan.
Sepanjang pekan ini, belum ada penerbangan lain yang tertunda akibat kabut asap. Gangguan penerbangan terakhir tercatat pada 23 Agustus 2026 akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Parolan menambahkan hingga saat ini belum ada rencana mengubah jadwal penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan. Otoritas bandara masih memantau perkembangan jarak pandang dari waktu ke waktu.
Kabut asap sendiri menjadi persoalan berulang di Sumatera Selatan, terutama pada periode kemarau ketika titik panas meningkat. Bandara SMB II Palembang menjadi salah satu titik yang paling sensitif karena aktivitas penerbangan bergantung pada visibilitas minimal yang ditetapkan regulator.