PT Rimba Hutani Mas mengoptimalkan pengelolaan tata air melalui sistem injeksi dan pembasahan lahan gambut untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Upaya menjaga kelembapan kawasan gambut dilakukan dengan memanfaatkan air sungai yang ditampung di embung, lalu dipompa melalui jaringan tata air menuju kanal dan area rawan. Perusahaan juga menyiagakan sejumlah pompa berkapasitas tinggi untuk mempercepat distribusi air di lapangan.
MUSI BANYUASIN — PT Rimba Hutani Mas (RHM) menjalankan pengelolaan tata air secara adaptif dengan menyesuaikan kondisi hidrologi dan ketersediaan sumber air di setiap lokasi operasional. Air dari sungai ditampung dalam embung, kemudian dipompa melalui jaringan tata air menuju kanal serta area yang membutuhkan pasokan air.
Expert Water Management PT RHM, Fran Niko P, menyatakan bahwa menjaga kelembapan gambut adalah kunci utama menekan risiko kebakaran. Ketika cadangan air menurun, perusahaan memindahkan air dari lokasi yang masih memiliki ketersediaan menuju area rawan.
"Menjaga gambut tetap lembap menjadi kunci utama mengurangi risiko kebakaran. Saat cadangan air menurun, kami memindahkan air dari lokasi yang masih memiliki ketersediaan menuju area rawan," ujar Niko di Musi Banyuasin.
Air yang dialirkan ditampung pada kanal, embung, maupun water trap. Keberadaan penampungan tersebut mempermudah akses sumber air untuk pembasahan berkala maupun penanganan cepat jika terjadi karhutla.
Selain injeksi air, PT RHM mengoperasikan sekat kanal untuk mengatur dan menahan tinggi muka air gambut, khususnya pada wilayah yang dipengaruhi pasang surut air laut.
Pengelolaan tata air menjadi bagian dari strategi penanggulangan karhutla perusahaan yang mengacu pada empat pilar utama:
Untuk mendukung distribusi air di lapangan, perusahaan menyiagakan sejumlah armada pompa berkapasitas tinggi. Di antaranya pompa sentrifugal berkapasitas 18.000 liter per menit, pompa aksial 12.000 liter per menit, serta pompa bazoka 2.400 liter per menit untuk area berskala spesifik.
Pemilihan jenis pompa disesuaikan dengan kontur medan, jarak distribusi, dan ketersediaan sumber air di lokasi target.
"Pengelolaan air di kawasan gambut tidak hanya untuk pencegahan karhutla, tetapi juga menjaga ekosistem gambut secara berkelanjutan selama periode musim kering," kata Niko.