Video Call Pelaku Penembakan Pegawai Pertanian Papua ke Keluarga Korban

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Selasa, 22 September 2026 | 13:19:01 WIB
Keluarga Wili Mbuik menerima panggilan video dari terduga pelaku sehari setelah penembakan di Jayawijaya.

SUMATERA SELATAN — Keluarga Wili Mbuik, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), menerima panggilan video dari terduga pelaku sehari setelah insiden pada 9 September 2026. Dalam panggilan melalui Messenger itu, pelaku terlihat berjalan di hutan bersama dua orang bersenjata. Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap aparatur yang bertugas mengantar pangan ke wilayah terpencil Papua Pegunungan.

Paragraf pembuka: Panggilan video itu diterima Minto Mbuik, kakak korban, pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Minto mengangkat panggilan dari nomor tak dikenal melalui aplikasi Messenger, lalu melihat sosok terduga pelaku tengah berjalan di hutan bersama dua orang yang memegang senjata. Insiden penembakan sendiri terjadi sehari sebelumnya, saat tiga pegawai menjalankan tugas mengantar pangan ke wilayah terpencil.

Siapa Korban dan Bagaimana Peristiwanya Terjadi

Tiga pegawai yang tewas dalam serangan itu adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan, dan Wili Mbuik. Ketiganya bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dan tengah mengantar bantuan pangan ketika dihadang KKB pada Rabu (9/9/2026).

Minto menuturkan panggilan video tidak berhenti sekali. Setelah panggilan pertama, pelaku kembali menghubungi, namun Minto memilih membelakangi kamera agar wajahnya tidak terekam.

"Betul video call itu benar. Langsung dengan saya. Iya langsung lewat HP saya. Satu hari setelah kejadian, jadi Kamisnya. Kamis sekitar jam 1 siang, terduga pelaku ini melakukan panggilan video call melalui Messenger, jadi saya angkat. Saya angkat dan saya melihat dia sedang berjalan, dua orang memegang senjata di hutan," ujar Minto di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Respons Kementan dan Langkah Lanjutan

Kementerian Pertanian bergerak cepat menanggapi musibah yang menimpa tiga pegawai dinas daerah itu. Bulog disebut akan mempekerjakan keluarga pegawai pertanian yang gugur dalam insiden tersebut, sebagai bentuk penghormatan sekaligus jaminan keberlanjutan penghidupan ahli waris.

Sementara itu, aparat keamanan terus memperketat operasi pengejaran. TNI mengungkap masih ada warga yang disandera KKB di Papua, sehingga pengejaran terhadap kelompok bersenjata itu menjadi prioritas.

Mengapa Insiden Ini Penting Dicermati

Penembakan terhadap pegawai dinas pertanian menyoroti risiko nyata bagi aparatur yang menjalankan tugas pelayanan pangan di wilayah rawan konflik. Jayawijaya dan sejumlah kabupaten di Papua Pegunungan dikenal memiliki medan berat serta kehadiran KKB yang aktif, sehingga pengiriman bantuan sering memerlukan pengawalan ketat.

Kasus video call dari pelaku ke keluarga korban juga menjadi perhatian tersendiri. Modus menghubungi keluarga korban berpotensi menjadi tekanan psikologis, sekaligus petunjuk bagi penyidik soal keberadaan dan pergerakan pelaku di hutan.

Penutup: Tewasnya tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya menambah catatan kelam kekerasan terhadap aparatur sipil di Papua Pegunungan. Selain pengejaran hukum, perhatian kini tertuju pada perlindungan keluarga korban serta penguatan skema pengamanan pengiriman pangan ke wilayah terpencil.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top