SUMATERA SELATAN — Foto jalanan New York tahun 1936 karya Berenice Abbott kembali viral karena seorang pria di dalamnya tampak menempelkan benda ke telinga seperti sedang menelepon. Padahal telepon seluler baru tersedia komersial puluhan tahun kemudian. Sejumlah penggemar teori konspirasi memakainya sebagai "bukti" penjelajah waktu.
Foto hitam putih itu memperlihatkan aktivitas warga di sekitar kios makanan, dengan gedung-gedung tinggi menjulang di belakangnya. Di bagian depan, seorang pria berdiri dengan tangan di samping kepala, seolah menempelkan sesuatu ke telinga.
Pose itu identik dengan orang yang sedang menelepon. Masalahnya, foto tersebut dibuat jauh sebelum ponsel dijual bebas ke publik. Dari situ, klaim perjalanan waktu kembali mencuat di media sosial.
Tidak ada bukti pria dalam foto benar-benar memegang ponsel. Bentuk benda di tangannya kabur, dan foto resolusi rendah membuat detailnya makin sulit dipastikan.
Penjelasan yang jauh lebih sederhana tersedia: ia bisa saja memegang benda lain, atau hanya mengangkat tangan untuk menyentuh kepala. Gestur itu lazim ditemukan di foto-foto jalanan era 1930-an.
Konteks teknologi masa kini membuat pembaca modern otomatis menafsirkan gestur lama dengan kacamata smartphone. Pola inilah yang disebut pareidolia, kecenderungan manusia mengenali bentuk familiar pada objek yang sebenarnya ambigu.
Kasus serupa pernah mencuat dari rekaman tahun 1938. Seorang perempuan terlihat berjalan sambil menempelkan benda ke telinganya, gerakan yang sekilas mirip orang menelepon.
Pengguna YouTube bernama Planetcheck mengklaim perempuan itu adalah nenek buyutnya, Gertrude Jones, yang saat itu berusia 17 tahun. Ia menyebut benda tersebut telepon nirkabel eksperimental yang diuji di fasilitas DuPont di Leominster, Massachusetts.
Klaim itu berasal dari komentar pengguna internet, bukan bukti independen bahwa perangkat dalam rekaman memang telepon nirkabel. Tidak ada dokumentasi resmi DuPont yang dikutip untuk mendukungnya.
Fenomena ini bahkan menjangkau karya seni berusia ratusan tahun. Lukisan Pieter de Hooch dari sekitar 1670 pernah ramai dibahas karena salah satu sosoknya tampak memegang benda yang bagi mata modern menyerupai smartphone.
Pola berulang ini menunjukkan bagaimana foto dan lukisan lama kerap dipakai untuk memperkuat narasi time travel. Setiap kali muncul, penjelasan visualnya selalu bertumpu pada tafsir gestur, bukan bukti fisik perangkat.
Foto 1936 tersebut memang menggelitik. Namun hingga kini tidak ada bukti bahwa perjalanan waktu benar-benar ada, demikian dilansir dari Dailystar.
Bagi pembaca yang menemukan foto serupa di media sosial, langkah paling aman adalah memeriksa konteks asli foto, resolusi, dan sumber klaim. Selama benda di tangan pria itu tidak bisa diidentifikasi jelas, statusnya tetap teka-teki visual, bukan bukti ilmiah.