PALEMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, melalui Kertapati Port menggelar program TJSL berupa pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita di sekitar wilayah operasional. Program tersebut berlangsung di PT Dok Karang Sumatera, Kelurahan Karang Anyar, Palembang.
Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas dan Posyandu setempat. Selain pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, PTBA memberikan susu kepada ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis (KEK) serta telur bagi balita yang mengalami dan berisiko stunting.
Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan data yang telah divalidasi bersama Puskesmas dan Posyandu. Validasi ini memastikan bantuan gizi dan layanan kesehatan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Senior Public Relations Specialist Kertapati Port PTBA, Cahyo Ady Nugraha, menyatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi kesehatan ibu dan anak di sekitar Kertapati Port.
"Berdasarkan data yang telah divalidasi bersama Puskesmas Gandus dan Posyandu, terdapat ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis serta balita yang mengalami dan berisiko stunting. Melalui pemeriksaan dan pemenuhan gizi, kami berupaya memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan mereka," ujar Cahyo.
Cahyo berharap intervensi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya asupan bergizi selama kehamilan dan masa pertumbuhan anak.
Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengungkapkan program TJSL perusahaan disusun dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di sekitar area kerja serta diarahkan untuk memberikan manfaat yang terukur.
"PTBA berkomitmen menjalankan TJSL yang memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu perhatian karena kualitas gizi dan kesehatan pada fase tersebut turut menentukan tumbuh kembang generasi mendatang," ujar Eko.
Menurut Eko, kolaborasi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan perangkat kewilayahan menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan tepat sasaran. Program ini menyasar ibu hamil dengan kurang energi kronis serta balita yang mengalami dan berisiko stunting di kawasan Kertapati Port dan sekitarnya.