Badan Kerja Sama Organisasi Wanita Provinsi Sumatera Selatan melatih sejumlah perempuan membuat kerajinan chunky bag atau tas berbahan tebal bertekstur unik di Palembang. Pelatihan keterampilan tangan ini digelar untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan bagi keluarga. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program advokasi dan penguatan lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan kewenangan provinsi.
PALEMBANG — Ketua Umum BKOW Sumatera Selatan Lidyawati Cik Ujang menilai perempuan di provinsi ini punya potensi, kreativitas, dan semangat kemandirian yang perlu terus dikembangkan lewat kegiatan pemberdayaan. Menurut dia, pelatihan kerajinan tangan menjadi salah satu jalan agar kaum perempuan tidak hanya aktif di kegiatan sosial, tetapi juga punya keterampilan yang menopang kemandirian ekonomi.
"Kami berupaya mendorong kaum perempuan agar tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi," kata Lidyawati dalam keterangannya di Palembang, Jumat.
Chunky bag atau tas berbahan tebal dengan tekstur unik dinilai punya nilai estetika sekaligus peluang bisnis yang bisa dikembangkan peserta. Lidyawati menyebut kerajinan jenis ini tengah diminati pasar sehingga layak dijadikan bekal usaha rumahan.
"Kerajinan tangan seperti chunky bag saat ini sedang sangat diminati di pasaran. Tren ini memiliki nilai estetika tinggi dan peluang bisnis yang menjanjikan," ujar dia.
Peserta pelatihan diharapkan menyerap keterampilan yang diberikan dan mengembangkannya secara mandiri di rumah. Hasil kerajinan itu diharapkan menjadi sumber tambahan penghasilan bagi keluarga sekaligus melahirkan perempuan yang mandiri dan inovatif di Sumatera Selatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Zaki Aslam menilai pemberian kesempatan kepada perempuan perlu terus diperkuat melalui program pengarusutamaan gender. Ia mengapresiasi pelatihan yang digelar BKOW Sumsel sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan dan ketahanan keluarga.
"Melalui pengarusutamaan gender, ruang diberikan seluas-luasnya kepada perempuan untuk bersama-sama aktif dalam roda pembangunan di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan," katanya.
Menurut Zaki, pemberdayaan ekonomi perempuan tidak berhenti pada penambahan penghasilan. Langkah itu sekaligus memperkuat posisi perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
"Mudah-mudahan pelatihan ini bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, melainkan menjadi suatu keterampilan yang menjadi modal, bekal untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan produktivitas, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga dan masyarakat," ujar dia.
Lidyawati menjelaskan kegiatan itu masuk dalam program advokasi dan sosialisasi penguatan serta pengembangan lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan kewenangan provinsi. Lewat skema tersebut, keterampilan tangan seperti pembuatan chunky bag disiapkan menjadi bekal usaha bagi perempuan di daerah.
Pelatihan ini menyasar perempuan yang ingin menambah penghasilan keluarga tanpa harus meninggalkan rumah. Keterampilan kerajinan dinilai cocok karena bisa dikerjakan secara mandiri dengan modal bahan yang terjangkau.