SUMATERA SELATAN — Arema FC Women menggelar seleksi terbuka di Lapangan Dreams Football Pitch yang diikuti lebih dari 100 pesepak bola putri muda dari berbagai daerah. Peserta datang tidak hanya dari Malang Raya, tetapi juga Lumajang, Jember, Blitar, Surabaya, Banyuwangi, Jombang, hingga luar pulau. Seleksi ini menjadi tahap penjaringan menuju kompetisi Hydroplus Soccer League 2026/2027.
Puluhan pemain kategori U-15 dan U-18 menjalani serangkaian tes di bawah terik matahari. Tim pelatih menilai penguasaan bola, visi bermain, akurasi operan, kemampuan olah bola, hingga kondisi fisik para peserta.
Sesi games internal menjadi bagian paling ketat. Peserta dituntut tidak sekadar mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga menunjukkan pemahaman permainan dalam situasi pertandingan sesungguhnya.
Pengelola Arema FC Women Academy Semarang, Rahmad Widjanarko, turut hadir memantau langsung jalannya seleksi. Menurut dia, kemampuan para pemain muda cukup beragam dan memberi banyak pilihan bagi tim pelatih.
"Antusiasmenya luar biasa. Untuk kelompok usia U-15 ada sekitar 40-an anak, sementara di U-18 ada sekitar 60-an anak. Kalau dilihat dari kemampuan, mereka luar biasa dan tidak kalah bersaing dengan zona lainnya," ungkap Rahmad di sela memantau jalannya seleksi.
Selain dari Malang Raya, peserta datang dari Lumajang, Jember, Blitar, Surabaya, Banyuwangi, dan Jombang. Beberapa pemain bahkan rela menyeberang dari luar pulau demi menguji kemampuan di tengah persaingan sepak bola putri nasional.
Seleksi terbuka ini merupakan bagian dari persiapan Arema FC Women menghadapi Hydroplus Soccer League 2026/2027. Skuad disiapkan untuk mengikuti kompetisi di tiga zona, dengan kick-off zona Kudus dijadwalkan mulai 24 Oktober mendatang.
Arema FC Women juga dipersiapkan mengikuti kompetisi di Zona Surabaya. Karena itu, proses seleksi menjadi penting untuk memperkuat kedalaman skuad sebelum kompetisi bergulir.
Pemain yang terpilih nantinya diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan fisik dan mental menghadapi persaingan kompetisi.
Salah satu peserta, Mutiara Yasmin, datang dari Pandanlandung, Kecamatan Wagir. Pemain berposisi penjaga gawang itu mengaku seleksi berlangsung cukup menguras tenaga.
"Rasanya capek dan panas, tapi saya berusaha tetap percaya diri. Harapannya semoga bisa lolos dan cita-cita saya bergabung dengan Arema FC Women bisa tercapai," tutur Mutiara.
Bagi pemain muda seperti Mutiara, seleksi ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan. Ini kesempatan memperlihatkan kualitas di hadapan tim yang selama ini menjadi salah satu tujuan kariernya.
Perjuangan para pemain muda tidak lepas dari dukungan keluarga. Sejumlah orang tua dan kerabat rela menempuh perjalanan jauh untuk mengantar sekaligus menyaksikan proses seleksi dari pinggir lapangan.
Hani, kakak peserta dari Surabaya, menjadi bagian dari keluarga yang mendampingi pemain kategori U-15. Dia bersama keluarga berangkat pagi buta untuk memastikan sang adik tidak terlambat mengikuti jadwal seleksi.
"Kami berangkat dari Surabaya jam 5 pagi demi mengejar jadwal kumpul jam 7 pagi. Sebagai keluarga kami pasti mendukung penuh, apalagi adik memang hobi dan fokus di sepak bola," kata Hani.
Dia berharap jika sang adik berhasil lolos, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk terus berkembang dan menjaga konsistensi dalam karier sepak bola.
"Harapannya kalau lolos bisa terus konsisten dan berkembang ke jenjang yang lebih baik," imbuhnya.
Dari lebih dari 100 peserta, tim pelatih akan memilih pemain yang dinilai memiliki potensi sesuai kebutuhan skuad. Keterampilan mengolah bola bukan satu-satunya pertimbangan.
Ketahanan fisik, pemahaman permainan, mental bertanding, dan kemampuan berkembang juga menjadi bagian penting dalam proses penjaringan. Seleksi ini diharapkan menjadi pintu bagi lahirnya talenta-talenta baru yang memperkuat Arema FC Women di Hydroplus Soccer League 2026/2027.