Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan mencatat 96 hewan peliharaan telah menerima vaksinasi rabies gratis dalam sepekan terakhir, terdiri dari 24 ekor anjing dan 72 ekor kucing. Layanan yang menyediakan total 200 dosis vaksin itu masih dibuka dua hari ke depan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Palembang dan Sumsel bebas rabies pada 2030.
PALEMBANG — Kepala BKHIT Sumatera Selatan Sri Endah Ekandari menyatakan vaksinasi rabies gratis menjadi salah satu kegiatan yang digencarkan untuk mengejar target provinsi setempat bebas rabies 2030. Layanan tersebut menyasar hewan peliharaan masyarakat, terutama kucing dan anjing.
Dari kegiatan yang digelar sepekan terakhir, tercatat 96 hewan peliharaan sudah divaksinasi. Rinciannya, 24 ekor anjing dan 72 ekor kucing.
BKHIT Sumsel menyiapkan total 200 dosis vaksin untuk masyarakat yang ingin memvaksin hewan peliharaannya. Layanan masih akan dibuka selama dua hari ke depan.
"Kami menyiapkan total 200 dosis vaksin, bagi masyarakat yang akan memvaksin hewan peliharaannya, silakan menghubungi petugas karena layanan masih akan dibuka selama dua hari ke depan," ujar Sri Endah di Palembang, Kamis.
Warga yang ingin memanfaatkan layanan ini diminta menghubungi petugas BKHIT Sumsel. Vaksinasi diberikan tanpa biaya alias gratis.
Pelayanan vaksinasi rabies ini bukan program tunggal. Sri Endah menjelaskan kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian Hari Karantina Indonesia Ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia.
Momentum itu bertepatan pula dengan peringatan World Rabies Day atau Hari Rabies Sedunia. Vaksinasi disebut sebagai bentuk dukungan Barantin dan BKHIT Sumsel dalam pencegahan dan pengendalian rabies.
"Kami mendukung upaya mewujudkan Palembang dan Sumsel secara umum bebas rabies. Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian Hari Karantina Indonesia Ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia, sekaligus memperingati World Rabies Day," jelas Sri Endah.
Rabies termasuk penyakit zoonosis, yakni penyakit hewan yang bisa menular ke manusia. Vaksinasi hewan peliharaan menjadi salah satu cara paling efektif memutus rantai penularan sebelum menyerang manusia.
Dengan populasi hewan peliharaan yang tersebar di permukiman warga, cakupan vaksinasi yang luas dibutuhkan agar kekebalan kelompok terbentuk. BKHIT Sumsel menargetkan hal itu tercapai bertahap menuju 2030.
Masyarakat yang memiliki kucing atau anjing belum tervaksinasi bisa memanfaatkan sisa masa layanan dua hari ke depan. Setelah itu, jadwal vaksinasi berikutnya menunggu pengumuman resmi dari BKHIT Sumsel.