Kemarau Melanda Palembang, Pemkot Salurkan Air Bersih ke Warga Plaju Darat dan Siapkan Sanksi Perusahaan Penelantar Lahan

Penulis: Ferdian Syah  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 08:16:31 WIB
Warga menerima pasokan air bersih dari armada Perumda Tirta Musi di Plaju Darat, Palembang.

PALEMBANG — Distribusi air bersih menyasar warga di Jalan Sawah Jaya, Perum Al Zafa, RT 016/RW 005, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju. Wali Kota Palembang Ratu Dewa memantau langsung penyaluran tersebut pada Minggu malam (4/10/2026) untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kemarau.

Ratu Dewa meminta jajaran kecamatan dan kelurahan aktif mendata wilayah yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Pendataan itu jadi dasar penyaluran bantuan agar cepat dan tepat sasaran.

Mengapa Warga Plaju Darat Jadi Prioritas Pertama

Kawasan Plaju Darat masuk daftar wilayah yang mulai terdampak kekeringan. Air bersih disalurkan menggunakan armada Perumda Tirta Musi, perusahaan daerah yang menangani layanan air minum di Palembang.

Pemkot menegaskan pemantauan wilayah berpotensi kekeringan akan berlanjut selama musim kemarau berlangsung. Warga yang belum terdata diminta melapor ke kelurahan setempat agar masuk daftar penerima bantuan.

"Pemerintah Kota Palembang terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi," kata Ratu Dewa.

"Saya minta camat dan lurah agar memantau tempat-tempat warga yang kesulitan air bersih selama kemarau ini terjadi," ujarnya.

Empat Titik Firespot di Talang Jambe Masih Dipantau

Sebelum ke Plaju Darat, Ratu Dewa memantau penanganan karhutla di kawasan Talang Jambe, perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin. Sejak Minggu siang, petugas Dinas Damkarmat dan BPBD Kota Palembang bersama tim gabungan berupaya memadamkan api di lokasi tersebut.

Ratu Dewa menyebut ada empat titik firespot yang dipantau. Pemkot berupaya memastikan status administrasi lahan yang terbakar, apakah masuk wilayah Palembang atau Banyuasin.

"Jadi kita meninjau ada empat titik firespot. Kami ingin pastikan lahan yang terbakar itu berada di Palembang atau Banyuasin," katanya.

Meski lokasi kebakaran diduga berada di luar wilayah administrasi Kota Palembang, pemerintah kota tetap membantu proses pemadaman sebagai bagian penanganan lintas daerah. "Api sudah bisa kita kendalikan bersama," ujar Ratu Dewa.

Lahan Diduga Milik Perusahaan, Sanksi Perwali Disiapkan

Berdasarkan informasi di lapangan, lahan yang terbakar diduga milik perusahaan dan sebelumnya digunakan untuk perkebunan sawit yang kini tidak lagi dikelola. Status dan kepemilikan lahan masih ditelusuri pihak terkait.

Temuan di lokasi akan dilaporkan Ratu Dewa kepada Gubernur Sumatera Selatan. Pemkot Palembang juga menyiapkan langkah regulasi untuk mencegah lahan perusahaan yang ditelantarkan menjadi lokasi rawan kebakaran.

Ratu Dewa telah menginstruksikan Asisten I menyiapkan draf Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur sanksi terhadap perusahaan penelantar lahan.

"Kami akan siapkan sanksi tegas bagi perusahaan yang menelantarkan lahannya," tegasnya.

Dua persoalan kemarau di Palembang berjalan bersamaan: krisis air bersih di permukiman warga dan karhutla di lahan terlantar. Penyaluran air bersih ke Plaju Darat menjadi respons jangka pendek, sementara draf Perwali disiapkan sebagai pengendalian jangka panjang.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top