Tim Manggala Agni Daops Sumatera XVI Lahat masih memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas sekitar 10 hektare di Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Operasi yang sudah berjalan 16 hari itu dilakukan dengan menembus asap pekat dan medan berat, melibatkan puluhan personel serta sinergi TNI, Polri, RPK PT SAA, dan Masyarakat Peduli Api.
MUARA ENIM — Kebakaran yang melanda lahan gambut dan semak belukar di Desa Gumai sejak Jumat (18/9) itu belum sepenuhnya padam. Personel Manggala Agni masih melakukan penyekatan api dan pendinginan mendalam untuk memastikan bara di dalam tanah benar-benar mati.
Kepala Daops Sumatera XVI Lahat Athur Daniel Sinaga menyatakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare. Pihaknya menegaskan operasi panjang ini menuntut fisik dan mental yang prima dari seluruh personel di lapangan.
Medan yang sulit dijangkau serta keterbatasan sumber air menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman. Kondisi itu membuat tim harus menyusun strategi taktis agar api yang terus merembet di lahan gambut bisa dilokalisasi.
Puluhan personel diterjunkan dengan membawa mesin pompa, selang panjang, dan peralatan manual lainnya. Mereka berjibaku dari pagi hingga sore hari untuk memutus mata rantai api yang bergerak di semak belukar.
"Operasi panjang ini menuntut fisik dan mental yang prima," kata Athur Daniel Sinaga dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Palembang.
Upaya pemadaman dilakukan bersama TNI, Polri, RPK PT SAA, serta Masyarakat Peduli Api. Kerja sama itu membuat upaya melokalisasi api bisa maksimal hingga titik api di kawasan tersebut berhasil dikuasai sedikit demi sedikit.
Manggala Agni mengusung prinsip gerakan cepat, terukur, dan terarah dalam setiap langkah pemadaman. Setiap tindakan diperhitungkan matang agar efektivitas di lapangan tetap terjaga tanpa mengabaikan keselamatan personel.
Meski titik api sudah bisa dikuasai, tim belum bisa meninggalkan lokasi. Pendinginan mendalam tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran baru.
"Namun perjuangan kami belum usai. Tim harus memastikan api benar-benar padam dengan cara melakukan pendinginan mendalam supaya benar-benar padam," ujar Athur.
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai penyebab kebakaran maupun estimasi kerugian akibat peristiwa tersebut.