Hacker China Diduga Menyamar Jadi Karyawan Anthropic dan Pejabat AS

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:52:31 WIB
Proofpoint mengungkap kampanye spionase siber yang diduga dilakukan aktor terkait China dengan menyamar sebagai karyawan Anthropic dan mantan pejabat AS.

SUMATERA SELATAN — Proofpoint mengungkap kampanye spionase siber yang diduga dilakukan aktor terkait China dengan menyamar sebagai karyawan Anthropic dan mantan pejabat Gedung Putih. Operasi ini menargetkan para pakar kebijakan AI di universitas, think tank, dan firma hukum Amerika Serikat sepanjang Februari hingga Juli. Meski belum ada organisasi yang berhasil dibobol, pola serangan menunjukkan fokus Beijing pada ekosistem AI Negeri Paman Sam.

Perusahaan keamanan siber Proofpoint merilis temuan yang menyebut sekelompok hacker diduga berafiliasi dengan pemerintah China menjalankan operasi spionase terhadap jaringan pakar kebijakan AI Amerika Serikat. Sasaran mereka bukan sistem pertahanan, melainkan individu-individu yang bekerja di universitas, lembaga riset, dan firma hukum dengan keahlian di bidang pengendalian ekspor teknologi dan penerapan AI untuk keperluan militer.

Menurut laporan Proofpoint, para penyerang menggunakan taktik rekayasa sosial dengan meniru identitas figur yang punya kredibilitas di lingkaran kebijakan AI. Dua nama yang dipakai antara lain Lynne Parker, mantan pejabat teknologi senior di era pemerintahan Trump dan Biden, serta sejumlah karyawan Anthropic, perusahaan di balik model bahasa Claude.

Modus Penyamaran dan Target Operasi

Pada 26 Februari, hacker mengirim surel yang mengaku berasal dari seorang staf Anthropic kepada analis kebijakan AI di sebuah think tank AS. Subjek pesan berbunyi "Permintaan Umpan Balik tentang Integrasi Militer Claude". Tujuan sebenarnya adalah mencuri kredensial surel si analis.

Pola serupa diterapkan terhadap seorang staf firma hukum. Penyerang berpura-pura sebagai Lynne Parker dan mengundang korban bergabung ke "komite penasihat kebijakan AI" fiktif. Dokumen berisi malware dikirim menyusul, diklaim sebagai materi lanjutan soal komite tersebut.

Proofpoint menyatakan belum menemukan bukti adanya pembobolan yang berhasil pada organisasi target. Namun kelompok yang diduga terkait China dikenal gigih dan cenderung terus mencoba sampai berhasil.

Pernyataan Proofpoint dan Korban yang Namanya Dicatut

Peneliti Proofpoint, Mark Kelly, menyebut atribusi ke aktor yang selaras dengan pemerintah China didasarkan pada pola penargetan, infrastruktur teknis, serta artefak yang diamati timnya dan mitra industri.

"Kami yakin kelompok hacker tersebut adalah aktor ancaman yang selaras dengan pemerintah China berdasarkan pola penargetan yang konsisten dengan kepentingan pemerintah China, infrastruktur dan artefak teknis yang kami amati, serta bukti penguat dari mitra industri," ujar Kelly.

Lynne Parker, kini akademisi di University of Tennessee, Knoxville, mengaku baru mengetahui namanya dicatut setelah kolega-koleganya menerima surel mencurigakan. Ia mengaku khawatir terhadap rekan-rekan yang mungkin sudah menerima pesan palsu itu.

"Kekhawatiran utama saya adalah kepada rekan-rekan yang mungkin menerima email palsu itu," kata Parker. "Saya ingin memperingatkan mereka, tapi sangat sulit dilakukan karena saya tidak tahu siapa saja yang menjadi target."

Konteks Ketegangan AI AS-China

Operasi yang berlangsung pada Februari dan Juli ini muncul saat AI menjadi salah satu titik gesekan utama dalam hubungan Washington dan Beijing. Pekan lalu, Presiden Donald Trump membahas isu AI dengan pemimpin China Xi Jinping di Gedung Putih, tetapi pertemuan itu tidak menghasilkan kesepakatan substantif.

Sebelumnya, pemerintahan Trump menuduh perusahaan-perusahaan AI China melakukan pencurian rahasia dagang berskala industri dari pesaing mereka di AS. Tuduhan itu disertai klaim bahwa praktik tersebut memangkas biaya sekaligus mempercepat peluncuran produk. China membantah seluruh tuduhan tersebut.

Menarik dicermati, sehari setelah surel palsu atas nama karyawan Anthropic dikirim pada 26 Februari, pemerintahan Trump menginstruksikan badan federal dan kontraktor militer untuk menghentikan hubungan bisnis dengan Anthropic. Instruksi itu muncul setelah perusahaan menolak memberi Pentagon akses tanpa batas ke teknologinya.

Menurut para pakar, agen siber China menargetkan hampir setiap lapisan ekosistem AI Amerika, mulai dari rantai pasok semikonduktor hingga individu yang mendedikasikan karier di bidang ini. Pola itu menempatkan peneliti dan analis kebijakan sebagai titik lemah yang paling mudah dieksploitasi.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top