Shayne Pattynama Cetak Penalti Penentu, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Penulis: Khairul Anwar  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:17:31 WIB
Shayne Pattynama mencetak gol penalti keempat Indonesia dalam adu penalti final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand.

SUMATERA SELATAN — Shayne Pattynama menjadi penendang keempat Timnas Indonesia dalam adu penalti final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Golnya membuka jalan Indonesia menang 4-2 (2-2) setelah Emil Audero menepis tendangan Nattapong Sayriya. Gelar juara ini begitu berarti bagi pemain Persija Jakarta yang nyaris tidak dipanggil ke turnamen.

Shayne Pattynama menjalani perjalanan yang tidak mulus menuju final FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain kelahiran Belanda itu dipanggil John Herdman setelah skuad Garuda mengumumkan 23 nama untuk turnamen tersebut. Namanya masuk sebagai pengganti Dony Tri Pamungkas yang mengalami cedera.

Persija Jakarta sebelumnya sudah mengirim lima pemain ke Timnas Indonesia: Dony Tri Pamungkas, Jordi Amat, Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, dan Rayhan Hannan. Shayne melengkapi kontingen Persija di skuad Garuda.

Dari Bangku Cadangan ke Titik Penalti Paling Krusial

Dari empat pertandingan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Shayne Pattynama baru dimainkan pada laga final melawan Thailand. Ia masuk menggantikan Justin Hubner pada menit ke-101. Kesempatan yang datang sangat terlambat itu justru berbuah momen paling menentukan.

Dalam adu penalti, Shayne dipercaya sebagai eksekutor keempat. Posisinya saat itu bisa menentukan nasib Indonesia. Jika penendang terakhir Thailand gagal, maka Indonesia juara. Nattapong Sayriya yang menjadi penendang keempat Thailand gagal setelah tendangannya ke sisi kanan ditepis Emil Audero. Indonesia menang 4-2 dalam tos-tosan.

35 Tahun Penantian yang Berakhir di GBK

Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 mengakhiri penantian panjang sepak bola Indonesia selama 35 tahun. Shayne menyebut pencapaian itu sebagai pengalaman yang tidak ternilai dalam kariernya.

"Dari panggilan yang telat hingga masuk ke lapangan di final, setiap momen FIFA ASEAN Cup ini terasa lebih besar dari sepak bola. Masih berusaha memproses semuanya. Turnamen ini menguji kami dalam segala hal; secara fisik, mental, emosional," ujar Shayne.

"Berdiri di sana, saya merasakan setiap emosi sekaligus; kebahagiaan, kebanggaan, kegembiraan murni. Mencetak gol penalti dan mengangkat trofi bersama saudara-saudara saya adalah sesuatu yang akan saya bawa selamanya."

Shayne juga menegaskan arti gelar ini bagi seluruh rakyat Indonesia. "Memenangkan Piala ASEAN bersama-sama mempunyai arti lebih dari sekedar kata-kata," ucapnya.

"35 tahun adalah sebuah penantian yang panjang, banggalah pada setiap orang dan bangga memakai seragam ini. Kita berhasil, Indonesia. Yang ini untuk kita semua."

Peran Emil Audero di Balik Trofi Indonesia

Kemenangan Indonesia tidak lepas dari aksi Emil Audero di bawah mistar. Penepis tendangan Nattapong Sayriya itu memastikan Thailand tidak bisa menyamakan kedudukan dalam adu penalti. Skor akhir 4-2 untuk Indonesia tercatat di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Bagi Shayne Pattynama, turnamen ini menguji ketahanan fisik dan mentalnya. Ia harus menunggu hingga pertandingan terakhir untuk mendapat menit bermain. Ketika kepercayaan itu datang, ia membayarnya dengan gol penalti yang mengantar Indonesia ke podium juara.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top