Wabah Pes di Rusia: Kemenkes Perkuat Pengawasan Pintu Masuk Indonesia

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:49:31 WIB
Petugas kesehatan memperkuat pengawasan di pintu masuk Indonesia menyusul dugaan wabah pes di Rusia.

SUMATERA SELATAN — Kementerian Kesehatan memperkuat pengawasan di pintu masuk Indonesia menyusul dugaan wabah pes di Rusia setelah tabung berisi bakteri Yersinia pestis pecah dan menewaskan seorang pekerja laboratorium. Ibu di rumah tak perlu panik, tapi penting tahu apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana kesiapsiagaan pemerintah melindungi keluarga.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, memastikan pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan penanganan kasus di Rusia. Pemantauan ini dilakukan bersama jajaran kesehatan di daerah.

Kasus bermula dari pecahnya tabung laboratorium yang diduga berisi patogen Yersinia pestis, bakteri penyebab penyakit pes. Insiden tersebut menewaskan seorang pekerja laboratorium pada 25 September 2026.

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Berbahaya?

Pes adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri Yersinia pestis. Bakteri ini umumnya menyebar melalui gigitan kutu yang hidup di hewan pengerat seperti tikus.

Pada kasus yang jarang, penularan juga bisa terjadi lewat kontak langsung dengan cairan tubuh hewan atau manusia yang terinfeksi. Penyakit ini bisa diobati dengan antibiotik jika ditangani sejak dini.

Langkah Kemenkes Jaga Pintu Masuk Indonesia

Aji menegaskan jajaran kesehatan di bawah Kemenkes meningkatkan kesiapsiagaan. "Balai Karantina Kesehatan, RS, Labkesmas, Dinas Kesehatan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan," kata Aji saat dihubungi iNews Media Group, Selasa (6/10/2026).

Balai Karantina Kesehatan berperan memantau penumpang dan alat angkut dari luar negeri. Rumah sakit dan laboratorium kesehatan masyarakat disiagakan untuk deteksi dini bila ada kasus mencurigakan.

Dinas Kesehatan di daerah juga diminta memperkuat pemantauan di wilayah masing-masing. Koordinasi lintas sektor ini bertujuan mencegah masuknya penyakit menular dari luar negeri.

Belum Ada Notifikasi Khusus dari WHO

Meski pengawasan diperketat, Aji mengungkapkan belum ada notifikasi khusus dari organisasi kesehatan dunia. Notifikasi itu biasanya masuk melalui IHR (International Health Regulation), NFP (National Focal Point), maupun EIS (Event Information Site) WHO.

Artinya, status kedaruratan kesehatan internasional belum diberlakukan untuk kasus ini. Pemerintah tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan di masyarakat.

Yang Perlu Ibu Lakukan di Rumah

Untuk keluarga di rumah, langkah pencegahan sederhana tetap paling efektif. Jaga kebersihan rumah dan pastikan tidak ada tikus atau hewan pengerat yang masuk ke area tempat tinggal.

Simpan makanan di wadah tertutup dan rutin bersihkan sudut rumah yang lembap. Jika bepergian ke luar negeri, hindari kontak langsung dengan hewan liar atau hewan yang tampak sakit.

Cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar ruangan, terutama sebelum mengolah makanan untuk anak. Kebiasaan ini melindungi seluruh keluarga dari berbagai penyakit menular.

Kapan Perlu ke Dokter

Waspadai gejala demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening, dan lemas mendadak setelah bepergian dari daerah terjangkit. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila gejala muncul.

Sampaikan riwayat perjalanan dengan jujur kepada dokter agar penanganan cepat dan tepat. Deteksi dini membuat peluang kesembuhan jauh lebih besar.

Pengawasan di pintu masuk negara adalah lapisan pertama perlindungan. Peran ibu menjaga kebersihan rumah menjadi lapisan berikutnya yang sama pentingnya bagi kesehatan keluarga.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top