Merger BUMN Karya Dimulai, PTPP-ADHI dan Nindya-Brantas Digabung

Penulis: Syaiful Bahri  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 10:50:31 WIB
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengumumkan merger tahap pertama empat BUMN karya di Jakarta.

SUMATERA SELATAN — Badan Pengaturan BUMN dan Danantara memulai merger empat perusahaan karya pada tahap pertama, yakni PTPP dengan Adhi Karya serta Nindya Karya dengan Brantas Abipraya. Kepala BP BUMN Dony Oskaria menargetkan seluruh proses rampung paling lambat akhir November 2026. Konsolidasi ini menyisakan tiga BUMN karya lain, termasuk Waskita dan WIKA, yang masih dalam tahap penilaian restrukturisasi.

Kepala BP BUMN yang juga Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyebut penggabungan tahap awal menyasar empat dari tujuh entitas BUMN karya. Dua pasangan yang lebih dulu dieksekusi adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), lalu PT Nindya Karya (Persero) dengan PT Brantas Abipraya (Persero).

Dony menyampaikan hal itu saat ditemui di Jakarta, dengan keterangan yang ditulis Jumat, 9 Oktober. Menurut dia, langkah ini bagian dari konsolidasi entitas pelat merah di sektor konstruksi yang selama ini dinilai terlalu banyak dan saling bersaing.

Dua Pasangan yang Dieksekusi Lebih Dulu

Dony menegaskan urutan penggabungan sudah diputuskan. Pasangan Nindya Karya–Brantas Abipraya dan Adhi Karya–PTPP menjadi prioritas karena dinilai lebih siap secara operasional.

"Jadi yang merger dulu yang Nindya dan Brantas, sama ADHI dan PP," kata Dony.

Dia menargetkan keempat perusahaan itu tuntas bergabung pada akhir November 2026. Tenggat ini menjadi patokan awal sebelum pemerintah menyentuh tiga BUMN karya lainnya.

"Kita harapkan nanti paling telat itu di akhir November itu sudah selesai, yang empat tadi. Yang dua ini karena restrukturisasi, saya lagi menilai lagi nih restrukturisasi itu terutama yang dua perusahaan," ujarnya.

Surviving Entity Masih Dikaji, Bukan soal Menang-Kalah

Siapa yang akan menjadi entitas bertahan alias surviving entity belum diputuskan. Dony menyebut tim internal masih menimbangnya dari berbagai aspek, mulai dari kinerja keuangan hingga kapasitas internal.

"Surviving entity-nya lagi dikaji oleh teman-teman. Tentu dilihat dari berbagai macam aspeknya. Kita tidak terlalu fokus kepada siapa menang, dan bukan menang dan kalahnya. Tapi bagaimana kemudian mereka bersatu menjadi perusahaan yang baik," kata Dony.

Asesmen mencakup sisi finansial, kapasitas internal, tata kelola organisasi, hingga sumber daya manusia. Hasilnya akan diumumkan setelah seluruh penilaian rampung.

"Lagi dikaji mana dari financial aspect maupun dari internal capabilities-nya tadi. Apakah organisasinya, orangnya semua di asesmen. Nah nanti tentu akan diumumkan," tuturnya.

Tiga BUMN Karya Masih Menunggu Giliran

Total ada tujuh BUMN karya yang masuk radar konsolidasi. Selain empat yang sudah diputuskan, tersisa PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Dua dari tiga perusahaan itu tengah menjalani proses restrukturisasi. Dony mengaku masih menilai ulang langkah restrukturisasi tersebut sebelum menentukan skema penggabungan berikutnya.

Bagi pasar, kepastian soal surviving entity menjadi sinyal penting. PTPP dan ADHI merupakan emiten di Bursa Efek Indonesia, sehingga struktur pemegang saham pasca-merger akan menentukan posisi investor publik di kedua perusahaan.

Konsolidasi ini menandai babak baru penataan BUMN karya setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan likuiditas dan beban utang proyek infrastruktur. Jika rampung sesuai tenggat, empat perusahaan yang bergabung akan menjadi entitas konstruksi yang lebih ramping sebelum pemerintah melanjutkan penataan tiga perusahaan sisanya.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top