PALEMBANG — Kompetisi karate bertajuk Wadokai Open Tournament Piala Pangdam II/Sriwijaya 2026 mempertemukan karateka sipil dan personel TNI-Polri. Dari total peserta, 89 kontingen berasal dari Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, sementara 27 kontingen lain datang dari unsur TNI dan Polri.
Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma'ruf Zainudin membuka langsung kejuaraan di GOR Ranau, Jakabaring. Dalam amanatnya, ia mengapresiasi panitia penyelenggara, pengurus Wadokai, FORKI, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kompetisi.
Jumlah kontingen yang menembus 116 dinilai menunjukkan besarnya minat terhadap olahraga bela diri di wilayah Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Kasdam menyebut antusiasme itu sebagai modal awal pembinaan atlet daerah.
Kejuaraan ini tidak sekadar memperebutkan piala dan medali. Menurut Kasdam, kompetisi menjadi sarana pembinaan mental, peningkatan kemampuan atlet, sekaligus mempererat silaturahmi antara karateka sipil dan personel TNI-Polri.
"Karate sejati tidak hanya diukur dari kemenangan yang diraih, tetapi dari sejauh mana mampu menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan kehormatan. Bertandinglah dengan gigih dan penuh semangat, hormati lawan, serta patuhi keputusan wasit. Tunjukkan jiwa kesatria dan karakter yang humanis di dalam maupun di luar lapangan," tegas Kasdam II/Sriwijaya.
Kasdam juga mengingatkan para wasit dan juri agar menjalankan tugas secara objektif, adil, dan profesional. Integritas perangkat pertandingan disebutnya sebagai faktor penting penjaga kredibilitas kejuaraan.
Evaluasi berkelanjutan terhadap setiap penyelenggaraan kompetisi dinilai perlu. Tujuannya memperbaiki aspek penyelenggaraan dan memastikan pembinaan atlet berjalan konsisten dari tahun ke tahun.
Piala Pangdam II/Sriwijaya 2026 diharapkan menjadi momentum menjaring bibit atlet karate potensial dari Sumatera Selatan. Karateka berpenampilan terbaik diproyeksikan mewakili wilayah Sumatera dan bersaing memperebutkan gelar juara pada Kejuaraan Nasional mendatang.
Untuk mencapai target itu, para karateka diimbau meningkatkan intensitas latihan dan menjaga disiplin. Kemampuan teknik, fisik, serta mental bertanding perlu dikembangkan agar kejuaraan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.
Di lingkungan Kodam II/Sriwijaya, penguasaan bela diri menjadi salah satu kemampuan dasar yang terus dikembangkan. Prajurit di setiap satuan dibina menguasai berbagai seni bela diri, termasuk pencak silat dan karate, serta mendapat materi Bela Diri Militer sejak menjalani pendidikan.
Kemampuan tersebut tidak hanya menopang pertahanan diri secara fisik, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan kepercayaan diri, dan menumbuhkan keberanian dalam menjalankan tugas. Prajurit Kodam II/Sriwijaya yang mahir di cabang seperti renang, atletik, berkuda, dan bela diri turut diperbantukan mewakili sejumlah daerah di kompetisi tingkat nasional.
Kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya memeriahkan HUT ke-81 TNI melalui kegiatan olahraga yang mempertemukan atlet sipil dan personel TNI-Polri dalam semangat persaingan sehat dan persaudaraan.