SUMATERA SELATAN — Arema FC harus puas berbagi poin dengan Bhayangkara Presisi Lampung FC setelah laga Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, berakhir 2-2. Tuan rumah dua kali tertinggal sebelum Marcos Vinicius dan Samuel Otusanya menyelamatkan satu poin.
Duel yang digelar Sabtu itu berjalan keras sejak menit awal. Bhayangkara lebih dulu mengejutkan publik Kanjuruhan lewat dua gol di babak pertama, sementara Arema baru menemukan ritmenya setelah turun minum.
Petaka pertama datang pada menit ke-15. Umpan silang Moussa Sidebe dari sisi kiri pertahanan Arema mengalir deras ke kotak penalti dan disambut tandukan Matias Ocampo untuk membawa Bhayangkara unggul 1-0.
Arema berusaha bangkit dan menekan lebih gencar. Tapi justru Bhayangkara yang menambah keunggulan pada menit ke-31, lagi-lagi lewat kolaborasi Sidebe dan Milan Ristovski yang memanfaatkan umpan datar.
Skor 2-0 untuk tim tamu bertahan hingga jeda.
Pelatih Arema, Marcos Santos, menginstruksikan pressing ketat ke setiap pemain Bhayangkara setelah jeda. Perubahan itu berbuah cepat.
Pada menit ke-52, Marcos Vinicius memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Delapan menit berselang, Samuel Otusanya menyamakan skor jadi 2-2 dan membawa Kanjuruhan bergemuruh.
Pola permainan menyerang terus dipertahankan Arema untuk mengejar kemenangan. Namun hingga peluit panjang berbunyi, tak ada gol tambahan yang tercipta.
Arema FC: Adi Satryo (Pg), Diego Landis, Walisson Maia, Gabriel Silva, Achmad Maulana Syarif, Matheus Blade, Samuel Otusanya, Hansamu Yama Pranata, Alfarizie, Careca, Marcos Vinicius. Pelatih: Marcos Santos.
Bhayangkara Presisi Lampung FC: Awan Setho (Pg), Putu Gede, Kevin Sibille, Milan Ristovski, Allano Lima, Moussa Sidebe, Ferre Murari, Mauricio Vera, Frengky Missa, Jefferson Brenes, Matias Ocampo. Pelatih: Oscar Bruzon.
Hasil imbang ini membuat Arema gagal memetik kemenangan di kandang sendiri. Satu poin tetap dikantongi, tetapi peluang menempel papan atas klasemen Super League 2026/2027 ikut terganjal.
Bhayangkara pulang dengan modal berharga dari markas salah satu tim besar. Dua gol tandang di Kanjuruhan jadi sinyal bahwa tim asuhan Oscar Bruzon bukan lawan yang bisa diremehkan musim ini.