PTBA Bawa 3 Produk UMKM Binaan ke Inacraft 2026, Bidik Pasar Kerajinan Jakarta

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:12:02 WIB
Produk UMKM binaan PTBA dipamerkan pada Inacraft 2026 di Jakarta Convention Center.

PT Bukit Asam (PTBA) membawa tiga produk unggulan UMKM mitra binaan ke pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 di Jakarta Convention Center. Ketiga produk tersebut yakni Tapis Pringsewu dari Lampung, Batik Kujur dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dan Songket Silungkang dari Sumatera Barat. Keikutsertaan ini menjadi ajang memperkenalkan kerajinan lokal sekaligus memperluas akses pasar mitra binaan perusahaan tambang pelat merah tersebut.

PALEMBANG — Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan menyatakan pameran Inacraft 2026 menjadi kesempatan memperkenalkan kerajinan lokal ke pasar yang lebih luas. Pihaknya juga membuka peluang kerja sama bisnis bagi para mitra binaan yang terlibat dalam pameran tersebut.

Pemberdayaan UMKM, menurut Bambang, merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Langkah ini sekaligus menciptakan manfaat berkelanjutan bagi warga di sekitar wilayah operasional PTBA di Muara Enim.

"PTBA berkomitmen mendampingi UMKM mitra binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing," katanya.

Batik Kujur dan Tapis Pringsewu Andalkan Identitas Budaya Lokal

Pemilik Batik Kujur Kenanga, Yusmala Dewi menilai keikutsertaan dalam pameran ini memperkuat upaya memperkenalkan batik khas Tanjung Enim. Produk tersebut mengangkat identitas budaya setempat sebagai daya tarik utama di hadapan pembeli.

"Batik Kujur ini memiliki karakter dan cerita yang berakar pada kearifan lokal," kata dia.

Hal senada disampaikan Pemilik Putra Tapis Pringsewu, Tanti. Ia menyebut dukungan PTBA dalam Inacraft membuka peluang pelanggan baru bagi kain tapis Lampung yang dibawanya.

"Dukungan PTBA dalam Inacraft ini memberi saya kesempatan untuk memperkenalkan kain tapis Lampung kepada pasar yang lebih luas dan membuka peluang pelanggan baru," kata Tanti.

Songket Silungkang: Jaga Tradisi Tenun Antargenerasi

Pemilik Songket Silungkang (Mojao Art), Arindha Sukma menyampaikan bahwa keikutsertaan ini menjadi peluang memperkenalkan kualitas dan keindahan Songket Silungkang kepada lebih banyak konsumen. Ia berharap minat terhadap produk tersebut terus meningkat.

Menurut Arindha, keterampilan menenun Songket Silungkang diwariskan antargenerasi. Permintaan pasar yang stabil menjadi salah satu cara menjaga tradisi tersebut tetap hidup di tengah persaingan produk tekstil modern.

Dampak yang Diharapkan bagi Ekonomi Muara Enim

PTBA berharap dukungan lewat Inacraft 2026 memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan usaha mitra binaan. Perusahaan juga menargetkan terciptanya peluang kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar tambang.

"Dengan demikian, pemberdayaan UMKM juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal dan menggerakkan ekonomi daerah," ujar Bambang.

Pameran Inacraft 2026 berlangsung di Jakarta Convention Center dan menjadi salah satu ajang kerajinan terbesar di Indonesia. Bagi PTBA, keikutsertaan mitra binaan di forum ini menjadi jalur promosi yang menghubungkan perajin daerah dengan pembeli nasional maupun mancanegara.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top