Harga BBM Pertamina 12 Oktober 2026: Pertamax Turbo Rp19.600 per Liter

Penulis: Ferdian Syah  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 08:20:01 WIB
Papan harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina menunjukkan Pertamax Turbo tetap Rp19.600 per liter per 12 Oktober 2026.

SUMATERA SELATAN — PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM nonsubsidi tidak berubah per Senin (12/10/2026), dengan Pertamax Turbo tetap dibanderol Rp19.600 per liter untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta. Keputusan menahan harga ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi masyarakat. Pertalite dan subsidi lainnya juga tidak mengalami penyesuaian.

Paragraf pembuka: VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan perseroan belum menyesuaikan harga BBM nonsubsidi untuk Oktober 2026. Alasannya, Pertamina mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat sebelum mengubah harga jual. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Kamis (1/10/2026), sepuluh hari sebelum daftar harga terbaru berlaku.

Rincian Harga BBM Nonsubsidi per 12 Oktober 2026

Mengacu pada harga yang berlaku sejak 2 September 2026, Pertamax Turbo untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen dijual Rp19.600 per liter. Angka itu naik dari posisi sebelumnya Rp18.300 per liter.

Pertamax Green 95 dipatok Rp19.150 per liter, melonjak dari Rp16.600 per liter. Kenaikan serupa terjadi pada Dexlite yang kini Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700, serta Pertamina Dex yang menembus Rp25.200 per liter dari Rp21.150 per liter.

Wilayah dengan PBBKB 5 persen mencakup DKI Jakarta dan sekitarnya. Untuk provinsi dengan tarif PBBKB lebih tinggi, harga jual di SPBU bisa berbeda menyesuaikan pungutan daerah masing-masing.

Alasan Pertamina Menahan Harga

Kitty menegaskan penyesuaian harga nonsubsidi tidak dilakukan sembarangan. Pertamina memantau pergerakan harga minyak mentah, nilai tukar rupiah, dan daya beli masyarakat sebelum mengambil keputusan.

"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).

Pernyataan itu menjawab spekulasi soal kemungkinan kenaikan harga menyusul gejolak pasokan minyak mentah global. Kementerian ESDM sebelumnya menyatakan tidak lagi mengandalkan lelang impor BBM karena terganggunya pasokan minyak mentah.

Dampak ke Konsumen dan Pelaku Usaha

Bagi pemilik kendaraan pribadi, harga Pertamax Turbo yang bertahan di Rp19.600 per liter berarti biaya perjalanan harian tidak berubah dibanding bulan lalu. Pengguna mobil diesel tetap membayar Rp23.700 per liter untuk Dexlite.

Pelaku usaha angkutan dan logistik yang bergantung pada Pertamina Dex merasakan harga Rp25.200 per liter. Sejak kenaikan terakhir, ongkos operasional armada diesel sudah naik signifikan, dan penyesuaian tarif angkutan biasanya mengikuti pergerakan ini dengan jeda beberapa pekan.

Pertalite sebagai BBM subsidi tetap dijual sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, tidak masuk dalam daftar penyesuaian nonsubsidi. Begitu pula Biosolar dan Solar subsidi yang harganya diatur melalui kebijakan energi nasional.

Yang Perlu Dicek Sebelum Isi BBM

Harga di SPBU bisa berbeda antarprovinsi karena komponen PBBKB. Sebelum mengisi, konsumen disarankan memeriksa papan harga di SPBU atau aplikasi MyPertamina untuk memastikan tarif yang berlaku di wilayah masing-masing.

Pertamina menegaskan penyesuaian harga nonsubsidi berikutnya akan diumumkan melalui kanal resmi perseroan. Sampai ada pengumuman baru, daftar harga per 12 Oktober 2026 ini yang berlaku di seluruh SPBU Pertamina.

Penutup: Keputusan menahan harga BBM nonsubsidi memberi ruang bagi konsumen dan pelaku usaha untuk menyesuaikan anggaran di tengah ketidakpastian pasokan minyak mentah global. Namun dengan selisih kenaikan yang sudah terjadi sejak September, harga Pertamax Turbo dan Dexlite kini berada di level tertinggi sepanjang tahun.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top