PESISIR SELATAN — Hujan deras yang berlangsung sekitar empat jam memicu banjir bandang di dua kecamatan, yakni Koto Tengah dan Karanji. Air dengan cepat menggenangi permukiman warga dan memutus sejumlah ruas jalan penghubung antardesa.
Kondisi itu membuat banyak warga tidak bisa menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih tinggi. Tim gabungan dari BPBD dan SAR langsung dikerahkan ke titik-titik terdampak sejak laporan pertama masuk.
Kecamatan Koto Tengah dan Karanji tercatat sebagai wilayah dengan kerusakan paling luas. Kedua daerah itu berada di aliran sungai yang meluap setelah debit air naik drastis.
Akses jalan yang terputus menjadi kendala utama dalam proses evakuasi. Warga yang terjebak di rumah masing-masing belum semuanya bisa dijangkau petugas karena arus air masih deras di beberapa titik.
Hingga laporan terbaru, BPBD bersama tim SAR masih menyisir lokasi untuk mendata warga yang belum dievakuasi. Fokus utama penanganan diarahkan pada penyelamatan jiwa warga yang masih terisolasi.
Tim SAR mengutamakan evakuasi warga yang terjebak di area dengan akses paling sulit. Perahu karet dan peralatan penyelamatan air dikerahkan untuk menjangkau permukiman yang terputus.
Petugas juga menyiagakan posko darurat di lokasi yang lebih aman. Warga yang berhasil dievakuasi sementara ditempatkan di titik pengungsian terdekat.
BPBD mengimbau warga di sekitar aliran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Pemantauan debit air terus dilakukan seiring cuaca yang masih berpotensi hujan.
Sejumlah wilayah di Pesisir Selatan berada di kawasan rawan banjir bandang saat curah hujan tinggi. Kondisi tanah yang sudah jenuh air membuat risiko banjir susulan tetap ada.
Tim lapangan belum merilis data resmi jumlah warga terdampak maupun kerugian material. Pendataan masih berjalan sambil proses evakuasi dan penyisiran lokasi terus dilakukan.
Warga diminta segera melapor ke posko terdekat jika menemukan tetangga yang masih terjebak. Informasi terbaru soal kondisi kedua kecamatan akan diperbarui seiring perkembangan di lapangan.