Ketua NPCI Sumsel Rian Yohwari Dorong Dialog soal Bonus Atlet Disabilitas Lahat, Solidaritas NPCI se-Sumsel Disiapkan

Penulis: Syaiful Bahri  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 08:16:01 WIB
Ketua NPCI Sumsel Rian Yohwari menekankan pentingnya penyelesaian persoalan bonus atlet disabilitas Lahat melalui dialog dan komunikasi yang santun.

PALEMBANG — Rian Yohwari menekankan bahwa para atlet disabilitas telah berjuang membawa nama Kabupaten Lahat dalam ajang olahraga tingkat provinsi. Karena itu, persoalan bonus yang hingga kini belum terselesaikan perlu mendapatkan perhatian serius dan solusi yang jelas dari pemerintah daerah.

Penyelesaian lewat komunikasi, dialog, dan cara-cara santun disebutnya sebagai jalan utama. Namun Rian mengingatkan, kesabaran para atlet juga perlu diimbangi kepastian penyelesaian.

NPCI Lahat Diminta Terus Koordinasi dengan Pemkab

Rian meminta NPCI Lahat aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lahat. Menurutnya, selama persoalan masih bisa didiskusikan, semua pihak sebaiknya duduk bersama dan mencari jalan keluar tanpa menimbulkan persoalan baru.

"Kami berharap NPCI Lahat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Selama masih bisa didiskusikan, mari kita duduk bersama, komunikasikan dengan baik, dan cari jalan keluarnya secara santun. Kita tentu mengutamakan penyelesaian yang baik tanpa harus menimbulkan persoalan baru," ujar Rian.

Ia mendorong agar NPCI Lahat dan pemerintah daerah tetap membuka ruang komunikasi. Pembahasan bisa mencakup kendala anggaran serta alternatif penyelesaian yang memungkinkan.

Demonstrasi Jadi Opsi bila Dialog Buntu

Apabila berbagai upaya komunikasi telah ditempuh tetapi tidak mendapat respons positif dan menemui jalan buntu, Rian menyebut penyampaian aspirasi melalui aksi demonstrasi sebagai salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan. Ia menegaskan opsi itu bukan untuk memperkeruh keadaan atau mempertentangkan atlet dengan pemerintah daerah.

Solidaritas NPCI kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, kata Rian, berpotensi menjadi kekuatan bersama jika perjuangan atlet disabilitas Lahat tidak menemukan titik terang.

"Teman-teman NPCI kabupaten/kota di Sumsel tentu memiliki rasa solidaritas yang kuat. Kami ini disabilitas, tetapi persatuan kami sangat kuat. Jika ada yang tersakiti, yang lain akan ikut bergerak. Ini soal waktu," tegasnya.

Bonus Bukan Sekadar Soal Nominal

Rian berharap pemerintah daerah melihat persoalan ini dari sisi perjuangan dan kebutuhan para atlet. Bonus bukan semata-mata persoalan nominal, melainkan bentuk penghargaan atas kerja keras atlet yang telah mengharumkan nama daerah.

Jika pemerintah memberikan respons positif, membuka ruang dialog, dan menunjukkan langkah nyata untuk merealisasikan apa yang diperjuangkan atlet Lahat, Rian menyatakan hal itu harus dihargai. Prosesnya akan ditunggu dan dikawal.

"Kalau pemerintah memberikan respons positif, membuka ruang dialog, dan benar-benar menunjukkan langkah untuk merealisasikan apa yang diperjuangkan teman-teman atlet Lahat, tentu kita harus menghargai itu. Kita tunggu dan kawal prosesnya. Yang terpenting ada kepastian dan iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini," ujarnya.

Rian berharap persoalan bonus Peparprov Muba 2025 di Kabupaten Lahat segera menemukan jalan keluar tanpa berujung aksi massa. Pemerintah daerah diharapkan memberi penjelasan dan kepastian yang dapat diterima para atlet, sehingga energi mereka kembali difokuskan pada pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga disabilitas di Sumatera Selatan.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: sumselmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top