Kebakaran Lereng Gunung Lawu Meluas, Water Bombing Tertahan Awan Tebal

Penulis: Syaiful Bahri  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 15:48:30 WIB
Petugas gabungan memantau pergerakan api pada kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Lawu, Karanganyar.

SUMATERA SELATAN — Kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, merambat hingga Pos 4 akibat angin kencang yang memicu pergerakan api. Status tanggap darurat bencana ditetapkan sejak Sabtu (17/10/2026) selama 14 hari, sementara dua helikopter water bombing belum berani mendekat ke titik api karena awan tebal menyelimuti gunung.

Bupati Karanganyar Rober Christanto menyatakan penambahan titik kebakaran terjadi karena situasi angin yang memicu perambatan api bergerak cepat. Pada Sabtu (17/10), tim gabungan mencatat 11 titik api dengan luasan lahan terbakar mencapai 100 hektare.

Jumlah titik api sebenarnya sudah menurun. Namun luas area yang terbakar justru melebar dan masih dalam proses evaluasi.

"Kemarin sempat dua titik api, sekarang masih dua titik tapi luasannya melebar. Kami masih melakukan evaluasi dan estimasi (luasan yang terbakar)," kata Rober, Senin (19/10/2026).

Water Bombing Tertahan Awan Tebal

Dua unit helikopter water bombing sudah dikerahkan ke lokasi. Masing-masing mampu mengangkut 2.000 liter air sekali jalan, dan sempat mengambil air dari Waduk Gondang hingga tiga kali.

Helikopter tidak berani mendekat ke titik api karena awan tebal menutupi lereng gunung. Keduanya kini kembali ke pangkalan AU Adi Soemarmo menunggu cuaca membaik.

"Semoga awan segera bergeser sehingga heli bisa beroperasional kembali dan memadamkan titik api," ujar Rober.

Pemadaman Manual Tetap Jalan, Prioritas Keselamatan Relawan

Tim gabungan melanjutkan pemadaman secara manual di lapangan. Pergerakan api yang cepat membuat petugas diminta lebih dulu memantau kondisi sebelum bergerak.

"Tetap lanjut (pemadaman manual), tapi kami juga memikirkan keselamatan relawan yang bergerak," jelas Rober.

Unsur yang terlibat mencakup relawan, TNI, dan Brimob. Operasi Modifikasi Cuaca untuk hujan buatan belum dilakukan pada hari yang sama.

Titik Api Masih Jauh dari Permukiman

Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti memastikan lokasi kebakaran masih jauh dari pemukiman warga meski areanya terus melebar. Pihaknya belum menggelar modifikasi cuaca.

"(Modifikasi cuaca hari ini) belum," kata Arman.

Status Tanggap Darurat 14 Hari

Pemerintah Kabupaten Karanganyar menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla sejak Sabtu (17/10/2026) selama 14 hari. Tim lapangan terus memantau cuaca di titik kebakaran.

Jika kondisi membaik, water bombing akan segera dilanjutkan. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun dampak ke permukiman.

Bagi warga yang hendak beraktivitas di sekitar lereng Lawu, sebaiknya menunda kunjungan dan memantau informasi resmi dari BPBD Karanganyar serta dinas pariwisata setempat.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top