PALEMBANG — Evaluasi berlangsung di Ruang Video Conference Lantai 2 Gedung Mapolda Sumsel. Sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel hadir langsung di ruang vicon, sementara Wakapolres, Wakapolrestabes, PJU Polres, dan para Kapolsek jajaran mengikuti secara daring dari wilayah masing-masing.
Mekanisme hybrid dipilih agar arahan pimpinan bisa diteruskan sampai tingkat kewilayahan. Dengan begitu, pelaksanaan program di lapangan diharapkan berjalan selaras antarsatuan.
Rapat menekankan tiga hal utama bagi setiap jajaran: meningkatkan kehadiran personel di tengah warga, membangun komunikasi yang baik, dan menangani persoalan secara profesional serta humanis. Polda Sumsel menyebut evaluasi mingguan ini sebagai momentum memantau pelaksanaan program sekaligus menyamakan langkah antarsatuan.
Persoalan yang dimaksud menyangkut keamanan dan ketertiban masyarakat. Personel diminta memberi respons cepat dan tepat, bukan menunggu laporan menumpuk di tingkat kecamatan.
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Irwansyah menegaskan program ini harus diwujudkan lewat tindakan nyata. Menurutnya, kedekatan dengan warga menjadi kunci agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya.
"Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas. Setiap personel harus hadir untuk mendengarkan, melayani, dan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat dengan pendekatan yang humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Bangun komunikasi yang baik agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegas Irwansyah.
Bagi warga, arahan ini bermuara pada dua hal yang mudah diukur: seberapa sering personel terlihat di lingkungan mereka, dan seberapa cepat keluhan ditindaklanjuti. Kapolsek di tiap jajaran kini memikul tanggung jawab menerjemahkan instruksi rapat vicon menjadi kegiatan harian di desa dan kelurahan.
Polda Sumsel belum merinci indikator penilaian atau sanksi bagi satuan yang dinilai belum maksimal. Evaluasi akan kembali digelar pekan berikutnya dengan format yang sama.