PALEMBANG — Pembinaan dan pemulihan profesi bagi 10 personel Polda Sumsel berlangsung di Masjid Al Aman Komplek Pakri Palembang. Kegiatan keagamaan Islam itu dibimbing langsung Kasubbag Rehabpers Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumsel Kompol Edy Ardiansyah, S.Ag., M.Si.
Kompol Edy Ardiansyah menyebut kegiatan Dimtaq sebagai salah satu bentuk pembinaan terhadap personel Polri yang melakukan pelanggaran disiplin. "Melalui pembinaan Dimtaq di lingkungan masjid juga menjadi momentum bagi personel untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menaati aturan dan kode etik yang berlaku di institusi Polri," kata Edy Ardiansyah.
Program Dimtaq berlangsung selama empat hari dengan materi kegiatan agama Islam. Lewat pembinaan rohani dan mental itu, Kompol Edy berpesan agar para personel mengambil pelajaran dari pelanggaran yang telah dilakukan.
"Sesali kesalahan yang telah dilakukan dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi sehingga ke depannya mampu menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik," tuturnya.
Kompol Edy berharap pembinaan Dimtaq dapat membentuk karakter personel Polri yang berintegritas, disiplin, profesional, dan humanis dalam memberikan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan risiko terberat bagi personel yang mengulangi pelanggaran, yakni pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). "Jangan sampai hal yang kecil bisa di PTDH dan saya harap 10 orang ini bisa kembali bertugas yang berakhlak baik, bertanggung jawab, dan senantiasa menjunjung tinggi aturan dalam pelaksanaan tugas," harapnya.
Para personel yang menjalani pembinaan diharapkan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi diri. Peningkatan kedisiplinan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.