BMKG Peringatkan Angin Timur Bawa Asap Karhutla ke Palembang, Waspada 31 Oktober-4 November 2026

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:46:32 WIB
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Sumatera Selatan Siswanto menyampaikan arah angin timur dan tenggara mendorong kabut asap ke Palembang.

PALEMBANG — Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Sumatera Selatan Siswanto menyebut arah angin menjadi faktor utama yang mendorong kabut asap ke arah kota. Pihaknya memantau pergerakan massa udara yang konsisten dari timur dan tenggara dalam beberapa hari terakhir.

"Angin yang secara dominan saat ini berasal dari arah timur maupun tenggara. Dari arah ini tentunya akan mendorong kabut asap masuk ke wilayah Palembang," ujar Siswanto, Selasa (27/10/2026).

Titik Panas Menurun, tapi Waspada Belum Berakhir

Pemantauan hotspot BMKG dalam dua hari terakhir hanya menemukan dua titik di wilayah OKI. Jumlah itu turun signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.

Meski begitu, BMKG meminta warga tidak lengah. Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir belum menandakan Sumsel sepenuhnya masuk musim hujan.

"Berdasarkan pemantauan hotspot yang diamati BMKG pada dua hari terakhir, hanya terdapat dua titik di wilayah OKI. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya," terangnya.

Mengapa 31 Oktober-4 November 2026 Jadi Periode Rawan

BMKG memprakirakan pertumbuhan awan hujan menurun di sejumlah wilayah Sumsel pada periode 31 Oktober hingga 4 November 2026. Kondisi itu membuka peluang asap dari wilayah sumber kebakaran bergerak lebih bebas menuju Palembang.

Awal musim hujan di Sumsel sendiri diperkirakan baru terjadi pada dasarian kedua November, atau setelah 10 November 2026. Artinya, masa peralihan masih berlangsung lebih dari sepekan ke depan.

Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar Jadi Ancaman

BMKG menyoroti kebiasaan warga membuka lahan dengan cara membakar menjelang musim tanam. Hujan sporadis di beberapa lokasi berpotensi menimbulkan anggapan keliru bahwa risiko karhutla sudah berakhir.

"Jangan sampai kita berpikir bahwa ini sudah masuk musim penghujan, mereka justru malah melakukan upaya pembukaan lahan maupun hutan dengan cara membakar," katanya.

Peringatan itu relevan karena sebagian petani di Sumsel masih mengandalkan pembakaran untuk membersihkan lahan. Praktik ini menjadi salah satu pemicu utama karhutla tahunan di provinsi tersebut.

Modifikasi Cuaca Diintensifkan untuk Basahi Lahan Gambut

BMKG bersama pihak terkait mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menekan risiko karhutla. Penyemaian awan dilakukan pada awan yang memenuhi syarat, menggunakan bahan seperti natrium klorida (NaCl) atau bahan lain sesuai kebutuhan.

Operasi itu diharapkan meningkatkan peluang hujan di wilayah sasaran, terutama daerah yang membutuhkan dukungan mitigasi karhutla. Palembang dan kabupaten penyumbang asap menjadi prioritas pemantauan.

BMKG mengimbau masyarakat tidak menjadikan hujan sporadis sebagai alasan mengurangi kewaspadaan. Pencegahan pembakaran lahan tetap perlu dilakukan sambil memantau perkembangan cuaca dan potensi kabut asap.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top