Menteri LH Jumhur Hidayat Andalkan Water Intake dan Sekat Kanal Cegah Karhutla di Gambut Sumsel

Penulis: Syaiful Bahri  •  Minggu, 01 November 2026 | 20:46:01 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat meninjau kawasan gambut di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

OGAN KOMERING ILIR — Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat meninjau kawasan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk memastikan langkah mitigasi karhutla berjalan di lapangan. Pemulihan tata air dipilih karena kondisi gambut yang kering menjadi pemicu utama kebakaran berulang di Sumatera Selatan.

Metode water intake memanfaatkan sumber air dari sungai yang dialirkan kembali masuk ke lahan gambut. Tujuannya menjaga kelembapan tanah agar tidak mudah mengering dan terbakar.

"Salah satu upaya yang dilakukan yakni menerapkan metode water intake dengan memanfaatkan sumber air dari sungai agar dapat kembali mengalir dan masuk ke lahan gambut," kata Jumhur, dikutip dari Antara.

Apa Fungsi Sekat Kanal di Lahan Gambut?

Sekat kanal menahan aliran air agar tidak cepat terbuang dari kawasan gambut. Dengan begitu, lahan tetap basah terutama saat kemarau panjang datang.

Kedua metode tersebut menjadi satu paket pemulihan tata air gambut. Jumhur menyebut risiko kebakaran bisa ditekan jika kelembapan lahan terjaga konsisten, bukan hanya saat ada titik api muncul.

Gotong Royong Satgas Diminta Diperkuat

Pencegahan karhutla tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Jumhur meminta satuan tugas di daerah memperkuat kegiatan gotong royong sebagai bagian dari mitigasi di lapangan.

"Kegiatan gotong royong ini perlu diperkuat dan dilakukan secara masif. Harapannya, pada tahun depan langkah-langkah pencegahan yang kita lakukan sekarang dapat membantu mencegah terjadinya karhutla," ujarnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Jumhur didampingi Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko.

Desa Jadi Ujung Tombak Pencegahan

BPGMN akan memperkuat koordinasi dan konsolidasi agar program pencegahan karhutla berjalan konkret. Salah satu langkah yang disiapkan menjadikan desa sebagai ujung tombak pencegahan kebakaran.

"Kita akan identifikasi desa mana saja menjadi prioritas," kata Satyawan.

Identifikasi itu menentukan desa yang perlu mendapat perhatian lebih dalam upaya mitigasi. Pemulihan tata air gambut, penguatan gotong royong satgas, dan pelibatan desa disiapkan agar pencegahan karhutla dilakukan sejak dini.

Sumatera Selatan termasuk wilayah yang berulang kali menghadapi karhutla, terutama di kawasan gambut Ogan Komering Ilir. Pola penanganan yang menitikberatkan pemadaman dinilai belum cukup tanpa menjaga kondisi air di lahan.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: kompas.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top