MARTAPURA — Sepuluh unit jam digital kini terpasang di berbagai titik strategis Pondok Pesantren Wali Songo, Desa Tumi Jaya, Kecamatan Jayapura. Bantuan dari Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Martapura itu bukan sekadar alat penunjuk waktu, melainkan bagian dari program pembentukan karakter santri.
Pemimpin BSB Cabang Martapura, Wijanarko, mengatakan ketepatan waktu menjadi elemen krusial di lingkungan pesantren. Kebiasaan tepat waktu, menurutnya, harus dibentuk sejak dini agar tertanam hingga santri dewasa nanti.
Disiplin Waktu Jadi Fondasi Pendidikan Santri
"Kami meyakini pembentukan karakter disiplin sejak dini merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang berkualitas di masa depan," ujar Wijanarko dalam keterangan yang diterima di Martapura, Jumat.
Jam digital tersebut akan digunakan untuk mengatur jadwal harian santri secara lebih terstruktur. Mulai dari waktu bangun subuh, jadwal mengaji, jam belajar klasikal, hingga pelaksanaan salat berjamaah di masjid pesantren.
Fakta Singkat Bantuan BSB untuk Ponpes Wali Songo
- Bantuan berupa 10 unit jam digital dari dana CSR BSB Cabang Martapura
- Penerima: Pondok Pesantren Wali Songo, Desa Tumi Jaya, Kecamatan Jayapura, OKU Timur
- Tujuan: mendukung kedisiplinan waktu belajar, mengaji, dan ibadah santri
CSR Tidak Hanya Bantuan Fisik, Tapi Kualitas Hidup
Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Marzuki, menegaskan program CSR perusahaan tidak berorientasi pada bantuan fisik semata. Menurutnya, setiap program harus berdampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, sosial, dan keagamaan.
"Kami berharap bantuan sederhana ini dapat mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter para santri dalam kehidupan sehari-hari," kata Marzuki.
Sebagai bank pembangunan daerah, BSB terus memperkuat implementasi CSR yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Wilayah sasaran mencakup Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.
Disiplin Santri, Kunci Kualitas Generasi Daerah
Pondok Pesantren Wali Songo sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang cukup aktif di Kecamatan Jayapura. Dengan bantuan jam digital ini, pengurus pesantren berharap aktivitas santri bisa berjalan lebih tertib dan terarah tanpa harus bergantung pada pengingat manual dari pengasuh.
Wijanarko menambahkan, dukungan terhadap fasilitas pendidikan dan keagamaan merupakan komitmen BSB untuk menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. "Bagi lingkungan pesantren, ketepatan waktu menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan belajar, ibadah, dan kehidupan sehari-hari para santri," pungkasnya.