Pencarian

Polsek Gandus Amankan Pemuda Pembuat Foto Pocong Viral Hasil AI, Warga Sempat Resah

Minggu, 31 Mei 2026 • 20:34:01 WIB
Polsek Gandus Amankan Pemuda Pembuat Foto Pocong Viral Hasil AI, Warga Sempat Resah
Polsek Gandus mengamankan pemuda pembuat foto pocong viral hasil editan AI.

PALEMBANG — Kapolsek Gandus AKP I Made Budi Harta mengungkapkan bahwa foto pocong yang ramai beredar di aplikasi perpesanan dan platform media sosial bukanlah peristiwa nyata. Hasil pemeriksaan menunjukkan gambar tersebut sepenuhnya merupakan produk editan AI yang dibuat oleh Febrianto alias Ebi, seorang wiraswasta berusia 24 tahun.

“Kami telah mengamankan pembuat konten yang viral tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, yang bersangkutan mengakui bahwa foto pocong yang beredar di media sosial merupakan hasil editan menggunakan teknologi AI,” ujar AKP I Made Budi Harta.

Foto Buatan AI Bikin Warga Gandus Bertanya-tanya

Dalam keterangannya, Kapolsek menyebut foto tersebut sempat dipercaya banyak orang sebagai kejadian nyata. Akibatnya, gambar itu menyebar luas ke berbagai grup dan memicu spekulasi di tengah masyarakat.

“Foto tersebut sempat membuat masyarakat bertanya-tanya dan menimbulkan keresahan. Setelah kami lakukan pendalaman, ternyata foto itu bukan kejadian sebenarnya, melainkan hasil rekayasa digital menggunakan AI,” jelasnya.

Pelaku Minta Maaf Lewat Video Klarifikasi

Febrianto mengakui perbuatannya saat diperiksa. Ia kemudian membuat video klarifikasi dan permintaan maaf kepada masyarakat atas foto yang dibuat dan disebarkannya.

“Terkait viralnya foto yang beredar di media sosial di Gandus itu, itu fix editan dari AI. Saya pribadi minta maaf atas keresahan masyarakat. Sekali lagi itu kesalahan dari saya pribadi. Itu tidak sengaja. Sekali lagi saya minta maaf,” ujar Ebi dalam video tersebut.

Pengakuan itu sekaligus mematahkan berbagai isu yang berkembang tentang kemunculan sosok pocong di wilayah Gandus. Polisi menegaskan tidak ada kejadian mistis di lapangan.

Polisi Imbau Warga Lebih Kritis terhadap Konten Digital

Kapolsek Gandus mengapresiasi sikap kooperatif pelaku yang bersedia membuat klarifikasi terbuka. Ia menilai langkah itu penting untuk menghentikan kesalahpahaman dan informasi yang menyesatkan.

“Yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Klarifikasi ini penting agar tidak ada lagi kesalahpahaman atau informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat,” katanya.

AKP I Made Budi Harta juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya pada foto atau informasi yang belum jelas sumbernya. Menurutnya, teknologi AI kini bisa menghasilkan gambar yang sangat meyakinkan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi atau foto yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Saat ini teknologi AI bisa membuat gambar yang sangat meyakinkan. Karena itu masyarakat harus lebih kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah konten,” tegasnya.

Ia pun meminta para kreator konten lebih bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital. “Silakan berkreasi di media sosial, tetapi harus memperhatikan dampaknya. Jangan sampai demi mengejar viral justru membuat masyarakat resah atau menimbulkan informasi yang tidak benar,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: suarapublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks