PALEMBANG — Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Irjen Pol Andi Rian, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak boleh hanya menjadi hafalan semata, melainkan harus menjadi pedoman hidup di tengah gempuran informasi dan perubahan sosial. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari forum internal di Palembang, ia menyebut Pancasila sebagai jangkar moral yang mampu menjaga arah bangsa agar tidak hanyut oleh arus globalisasi dan provokasi.
Pancasila Sebagai Filter Informasi di Era Digital
Irjen Pol Andi Rian menekankan bahwa di era digital saat ini, masyarakat dibanjiri informasi yang belum tentu kebenarannya. Ia menilai, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti gotong royong dan musyawarah, bisa menjadi filter untuk membedakan mana informasi yang membangun dan mana yang memecah belah.
"Pancasila adalah jangkar moral bangsa yang harus kita pegang teguh dalam menghadapi tantangan zaman," ujar Kapolda Sumsel dalam kesempatan tersebut. Ia mengingatkan bahwa tanpa pedoman yang kuat, bangsa ini rentan terpecah oleh isu-isu sara dan hoaks yang marak beredar.
Gotong Royong Jadi Perisai dari Ancaman Perpecahan
Dalam forum yang sama, Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Menurutnya, gotong royong bukan hanya warisan budaya, tetapi juga strategi efektif untuk memperkuat solidaritas sosial dan meredam potensi konflik.
Irjen Pol Andi Rian menambahkan bahwa pihak kepolisian akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila. Hal ini dinilai penting agar generasi muda tidak kehilangan identitas kebangsaan di tengah pengaruh budaya asing yang masif.
- Fakta Singkat:
- Kapolda Sumsel sebut Pancasila sebagai jangkar moral bangsa
- Nilai gotong royong dinilai sebagai perisai dari ancaman perpecahan
- Polisi akan gencarkan sosialisasi Pancasila bersama tokoh masyarakat
Mengapa Pancasila Relevan di Tengah Tantangan Zaman?
Menurut Kapolda Sumsel, tantangan zaman seperti radikalisme, intoleransi, dan berita bohong (hoaks) bisa dihadapi jika masyarakat kembali pada nilai dasar Pancasila. Ia mencontohkan, sila keempat yang mengedepankan musyawarah bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk politik dan informasi, nilai-nilai dasar kebangsaan tetap menjadi fondasi yang tidak boleh ditinggalkan. Irjen Pol Andi Rian berharap, pesan ini bisa sampai ke seluruh lapisan masyarakat Sumatera Selatan dan menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari.